Awal Perdagangan Hari Ini, IHSG Tembus Level 8.400

  • 13 Nov 2025 11:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus ke level 8.400 dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di zona hijau atau naik 0,29 persen.

Pada Rabu kemarin, IHSG ditutup naik 0,26 persen ke level 8.388,56. Kenaikan IHSG disertai dengan net buy (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp337 miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, BBCA, BREN, BBNI, dan UNTR. " Hari ini, IHSG berpotensi mencoba menguat kembali, seiring dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga: Ekonomi Domestik Membaik, IHSG Melesat ke Level 8.388

Baca Juga: WGC: Indonesia Pasar Emas Potensial di Dunia

Fanny memperkirakan level support IHSG akan bergerak di rentang 8.320-8.350. Sedangkan level resistansi akan bergerak di rentang 8.450-8.500.

Pada Rabu kemarin, indeks utama Wall Street di AS ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi 0,68 persen.

Sedangkan Nasdaq melemah 0,26 persen, karena perhatian investor beralih dari saham-saham teknologi besar. Perhatian mereka kini fokus pada kemungkinan berakhirnya penutupan pemerintah AS.

Di Asia-Pasifik, bursa saham mayoritas menguat, menyusul kabar Kongres AS akan mengakhiri penutupan (shutdown) pemerintah AS. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,43 persen, Kospi Korea Selatan menguat 1,07 persen dan Taiex Taiwan menguat 0,58 persen.

Di dalam negeri, saham-saham blue chip perbankan diborong investor asing di pasar reguler. Saham BMRI misalnya, mencatat net buy sebesar Rp262 miliar, dan BBCA sebesar Rp145 miliar.

"Kami melihat tingginya aksi beli investor asing di saham-saham blue chip perbankan, sebagai hal positif. Pertana mulai membaiknya kepercayaan investor asing di pasar saham," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Menurutnya, persepsi risiko asing terhadap pasar di emerging market termasuk Indonesia juga membaik. Hal itu tercermin dari tingkat CDS tenor 5 tahun Indonesia semakin menurun, kemarin berada pada level 73,7.

CDS adalah Credit Default Swap, produk derivatif keuangan untuk memitigasi risiko kredit. Dalam hal ini, pemberi pinjaman membeli CDS dari investor lain yang setuju untuk menggantinya jika peminjam gagal bayar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....