Tekanan Dolar Menguat, Rupiah Ditutup Turun 19 Poin

  • 30 Okt 2025 22:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS dalam perdagangan Kamis (30/11/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,11 persen atau 19 poin menjadi Rp16.636 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sesuai perkiraan Analis Pasar Uang Lukman Leong dalam analisisnya hari ini. Ia menyebut rupiah berisiko melemah, meski menguat saat pembukaan perdagangan pagi hari.

Menurutnya, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang 'hawkish' (ketat) suku bunga ke depan menjadi pendorong pelemahan rupiah. "Powell menyiratkan ketidakpastian mengenai pemangkasan suku bunga berikutnya, setelah melakukan pemangkasan di bulan ini," ujarnya, Kamis.

Baca Juga:

Penguatan Rupiah Masih Berisiko karena Ketidakpastian Suku Bunga

Fed Pangkas Suku Bunga, IHSG Berpeluang Menguat

Sementara, pemangkasan suku bunga Oktober ini mendorong penguatan dolar AS dan menekan mata uang lainnya, termasuk rupiah. Mata uang lainnya di kawasan Asia, seperti ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan baht Thailand juga melemah.

Seiring keputusan The Fed menurunkan suku bunga, muncul spekulasi di dalam negeri. Bank Indonesia kemungkinan juga akan menurunkan suku bunganya.

"Perkembangan kebijakan moneter di AS, termasuk sinyal dari The Fed, menurut pandangan kami akan memengaruhi keputusan kebijakan BI. Ini berkaitan potensi tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek," ujar Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto.

Namun, Rully memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga 4,75 persen di bulan November dan Desember. Perkiraan itu berdasarkan sinyal yang diberikan BI saat menyampaikan hasil rapat Dewan Gubernur BI di bulan Oktober.

"Disebutkan bahwa prioritas BI adalah mengoptimalkan transmisi kebijakan moneternya, karena tingkat bunga pinjaman dan simpanan belum turun secara proporsional sejak BI melakukan pemangkasan suku bunga," ucap Rully.

Suku bunga simpanan dan pinjaman hanya turun 20-30 basis poin. Padahal BI sudah menurunkan suku bunga sebesar 150 basis poin sejak September 2024 hingga September 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....