Rupiah Berbalik Melemah ke Level Rp16.693/Dolar AS
- 30 Sep 2025 11:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berbalik melemah dalam perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,08 persen atau 13 poin menjadi Rp16.693 per dolar AS.
Dalam penutupan perdagangan hari Senin, rupiah naik 0,35 persen atau 58 poin ke posisi Rp16.680 per dolar AS. "Apresiasi rupiah kemarin lebih dipengaruhi oleh faktor global, karena indeks dolar AS terdepresiasi," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, Selasa (30/9/2025).
Pada Senin kemarin, indeks dolar AS terdepresiasi menjadi 97,9. Setelah dua hari sebelumnya indeks dolar berada di atas level 98.
Menurut Rully, tekanan terhadap rupiah belum akan konsisten berlanjut dalam jangka pendek. Salah satu faktor global yang akan berpengaruh adalah seberapa agresif penurunan suku bunga yang dilakukan oleh the Fed.
"Hal tersebut akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi AS. Apabila data ekonomi AS terus memburuk, akan positif terhadap rupiah, begitu pula sebaliknya," ucap Rully.
Kecenderungan sentimen global yang cepat berubah saat ini, tambah Rully, menyebabkan rupiah masih rentan bergerak fluktuatif. Imbas terkoreksinya indeks dolar AS yang terlihat saat ini, adalah trend kenaikan harga emas dunia.
Sementara itu, Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana mencermati sejumlah faktor yang akan mempengaruhi fluktuasi rupiah. Diantaranya, kekhawatiran 'shutdown' pemerintahan di Amerika Serikat.
"Faktor lainnya di dalam negeri adalah lelang SBSN hari ini yang diharapkan kembali positif. Juga lelang Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) juga diharapkan hasilnya positif untuk menjaga stabilitas rupiah," ujar Fikri.
Berkurangnya aliran keluar modal asing seiring meningkatnya tingkat suku bunga deposito dolar AS, juga bisa mendorong penguatan rupiah. "Sehingga rupiah diharapkan akan terapresiasi di level Rp16.600 per dolar AS," kata Fikri menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....