Rupiah Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 81 Poin
- 01 Sep 2025 20:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,49 persen atau 81 poin menjadi Rp16.418 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah menguat karena mata uang dolar AS yang masih tertekan oleh sejumlah faktor. Salah satunya ekspektasi pasar yang menguat terhadap pemangkasan suku bunga The Fed bulan September ini.
“Perangkat CME FedWatch menunjukkan, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan ini, mendekati 90 persen,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Senin (1/9/2025). Pasar kini sedang menantikan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.
Baca Juga:
Rupiah Menguat Hari Ini, Dibuka Naik Ke Rp16.472
Airlangga Imbau Pelaku Ekonomi Tetap Tenang dan Optimis
Laporan penggajian tenaga kerja non-pertanian yang lemah dapat memperkuat argumen pelonggaran moneter jangka pendek. Tapi jika data penggajian non-pertanian lebih kuat, ekspektasi pemangkasan suku bunga juga akan menurun.
Dari dalam negeri, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Agustus 2025 di angka 51,5. Indeksnya naik dari 49,2 pada bulan Juni 2025.
“PMI manufaktur bulan Juli 2025 merupakan yang tertinggi sejak bulan Maret. Serta manandai ekspansi pertama dalam lima bulan terakhir,” ucap Ibrahim.
Kenaikan PMI manufaktur Indonesia ditopang oleh kembali menguatnya produksi (output) karena meningkatnya permintaan baru. Permintaan luar negeri tercatat tumbuh paling tinggi.
Hari ini, Badan Pusat Statistik juga merilis data negara perdagangan Indonesia bulan Juli 2025. Neraca perdagangan masih membukukan surplus sebesar 4,17 miliar dollar AS.
“Sedangkan secara kumulatif dari Januari-Juli 2025 neraca perdagangan surplus 23,65 miliar dolar AS. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia membukukan surplus selama 63 bulan berturut-turut,” kata Ibrahim menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....