IHSG Diperkirakan Stagnan Setelah Beberapa Hari Naik Tajam
- 29 Jul 2025 08:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan bergerak datar setelah beberapa hari mengalami kenaikan signifikan. Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG naik 0,94 persen atau 71 poin ke level 7.614,77
"IHSG berpotensi bergerak sideways (stagnan) hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (29/7/2025). IHSG akan bergerak di rentang 7.580-7.600 untuk level support dan di rentang 7.630-7.650 untuk level resistansi.
Baca Juga: Penutupan Perdagangan, IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 7.614
Senin kemarin kenaikan IHSG disertai dengan net buy (beli bersih) oleh investor asing Rp179 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ASII, BBRI, BBNI, PGEO dan GOTO.
Fanny menyebutkan, mayoritas indeks Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik tipis pada perdagangan Senin. "Pasar tampak mengabaikan kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa," ucapnya.
Pelaku pasar lebih menunggu keputusan suku bunga The Fed dan laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan ini. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25 persen-4,5 persen.
Baca Juga: Harga Emas Masih Akan Naik Turun Sepekan Ini
"Namun pasar akan mencermati sinyal apakah penurunan suku bunga bisa dilakukan pada pertemuan berikutnya, bulan September mendatang," ujar Fanny. Di sisi lain laporan pekerjaan bulan Juli diperkirakan akan menurun.
AS kemungkinan hanya menambah 102 ribu lapangan kerja, turun dari 147 ribu pada Juni. Data pembukaan lapangan kerja, penggajian dan klaim tunjangan pengangguran mingguan juga akan menjadi perhatian pasar sepanjang pekan ini.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengumumkan batas waktu bagi mitra dagang untuk mulai membayar tarif baru. Indeks S&P 500 naik tipis 0,02 persen, Nasdaq Composite naik 0,33 persen, Dow Jones Industrial Average melemah 0,14 persen.
Bursa di kawasan Asia bergerak bervariasi pada Senin kemarin. Investor menantikan hasil perundingan perdagangan antara AS dan Tiongkok di Stockholm yang dimulai pekan ini.
Perundingan melibatkan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng. Bessent berharap perpanjangan gencatan perdagangan dan cakupan lebih luas dalam negosiasi seperti pembelian minyak Tiongkok dari Rusia dan Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....