IHSG Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan Terkoreksi Hari Ini

  • 25 Jul 2025 11:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat bergerak fluktuatif di awal perdagangan hari ini, Jumat (25/7/2025). IHSG dibuka naik di level 7.542, namun pergerakannya tidak stabil dan beberapa kali turun ke zona merah.

"IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini. Level 'support' di rentang 7.470-7.500, sedangkan level resistensi di rentang 7.550-7.600," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam keterangannya, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga:

Penutupan Perdagangan, IHSG Melesat ke Level 7.530

Pada Kamis (24/7/2025) kemarin, IHSG ditutup naik 0,83 persen, disertai net buy (beli bersih) oleh asing sebesar Rp319 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, ASII, ANTM, BMRI dan AMMN.

Sebagian besar pasar saham Asia juga mengalami kenaikan, seperti Nikkei Jepang naik 1,6 persen dan dan Hang Seng Hong Kong naik 0,5 persen. Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mencermati trend positif tersebut.

"Tren positif ini sebagian besar dipicu oleh harapan bahwa AS akan segera mencapai kesepakatan dagang dengan mitra utamanya," ujar Rully. Sehingga, indeks S&P 500 di AS, pada Kamis ditutup pada rekor tertinggi untuk hari keempat berturut-turut.

Rully juga memperkirakan kemungkinan bank-bank sentral global akan mulai menurunkan suku bunganya. Dimulai dari bank sentral Eropa (ECB) yang telah menurunkan suku bunganya di 2 persen.

"ECB menyatakan berada di posisi yang baik setelah delapan kali pemangkasan suku bunga dalam sembilan pertemuan kebijakan terakhir. ECB juga mengatakan akan terus memantau risiko, khususnya dari perkembangan perdagangan serta global dalam beberapa bulan ke depan," ujar Rully.

Menurutnya, penurunan suku bunga kebijakan global akan terjadi secara bertahap ke depan, termasuk di AS dan Indonesia. "Meskipun akan bergantung kepada perkembangan data ekonomi, mengingat ketidakpastian perdagangan global, geopolitik, dan laju disinflasi yang masih tinggi," kata Rully.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....