Semikondukor dan AI, Andalan Ekonomi Indonesia Masa Depan

  • 01 Mei 2025 17:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indonesia akan memperkuat pengembangan ekosistem semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI). Sehingga dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia di masa depan.

“Semikonduktor dan AI akan menjadi salah satu engine of growth yang akan di-develop dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, Indonesia sudah menjadi kekuatan terbesar di Asean dalam sektor ekonomi digital,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Focus Group Discussion (FGD) ‘Pengembangan Semikonduktor dan Kecerdasan Buatan di Indonesia’ di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (30/4/2025).

Baca Juga:

Kemenkeu Alokasikan Anggaran Rp16,58 Triliun untuk Pengadaan Beras

Anggaran MBG Diperkirakan Naik Jadi Rp171 Triliun

Dolar AS Tertekan, Rupiah Melesat ke Level Rp16.603

Pengembangan ekosistem semikonduktor dan AI menjadi bagian dari penguatan ekonomi digital dan industri berbasis teknologi dan inovasi. Nilai ekonomi digital Indonesia di tahun 2025, menurut Menko Airlangga, diperkirakan sebesar 150 miliar dolar AS.

“Di kawasan ASEAN nilainya mencapai satu triliun dolar, dan dengan adanya digital economy framework akan meningkat jadi 2 triliun dolar. Sehingga peluang bagi Indonesia di tahun 2030 menjadi 600 miliar dolar,” ucapnya.

Menko Airlangga juga mengatakan, saat ini Indonesia sudah memiliki data center di Kawasan Industri Khusus Nongsa di Batam. Kawasan ditujukan untuk pengembangan ekosistem semikonduktor dan kecerdasan buatan.

“Strategi pengembangannya berfokus pada chip design, yang membutuhkan sumber daya manusia yang kuat. Untuk itu Indonesia menjalin kerja sama dengan kalangan peguruan tinggi internasional maupun dunia usaha,” ujar Menko Airlangga.

Kerja sama internasional dalam bidang semikonduktor dan AI akan fokus pada sektor perdagangan dan investasi. Selain itu kerja sama di bidang sumber daya manusia dengan memberikan beasiswa bersama untuk S1, S2 dan S3.

“Termasuk kerja sama untuk pelatihan vokasi. Pemerintah juga mendorong kerja sama internasional dalam bidang penelitian, inovasi dan alih teknologi,” kata Menko Airlangga.

Menko menambahkan, industri semikonduktor dan kecerdasan buatan akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2045. Keduanya diyakini dapat meningkatkan produktivitas, daya saing dan penciptaan nilai tambah untuk sektor unggulan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....