IHSG Berpeluang 'Rebound' di Tengah Risiko Tarif Trump
- 05 Mar 2025 11:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Bersamaan dengan penguatan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka di level 6.413. Pada penutupan perdagangan Selasa (4/2/25), IHSG berada di level 6.380 atau turun 2,14 persen (139 poin).
Pelemahan IHSG tersebut disertai net buy (beli bersih) oleh investor asing sebesar Rp309 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, BBNI dan ASII.
"IHSG hari ini berpotensi teknikal rebound (berbalik naik). Walaupun masih ada risiko koreksi, efek dari penurunan bursa di Amerika Serikat karena penerapan tarif Trump," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu (5/3/2025).
Baca juga: IHSG Anjlok Lagi ke Zona Merah
Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support dengan rentang 6.260-6.320. Sedangkan level resist di rentang 6.480-6.530.
Bursa saham Wall Street pada hari yang sama terpuruk oleh perang dagang Trump. Anjloknya bursa saham Amerika Serikat membuat mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik juga melemah.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,55 persen, S&P 500 turun 1,22 persen dan Nasdaq Composite turun 0,35 persen. "Tarif 25 persen untuk impor dari Meksiko dan Kanada, mulai berlaku," ucap Fanny.
Begitu pula dengan bea masuk dua kali lipat (20 persen) untuk barang-barang Tiongkok mulai berlaku pada Selasa (4/3/2025). Tiongkok dan Kanada menyatakan aka melakukan pembalasan.
"Sementara Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berjanji menanggapi hal yang sama. Namun Sheinbaum belum memberikan rinciannya," ujar Fanny.
Di kawasan Asia-Pasifik, implementasi tarif impor oleh AS membuat bursa saham Jepang anjlok turun 1,2 persen. Menurut Fanny, penurunan bursa saham juga dipengaruhi oleh data terbaru ketenagakerjaan Jepang.
Tingkat ketenagakerjaan Jepang pada Januari 2025 mencapai 2,5 persen. Angkanya di atas perkiraan sebesar 2,4 persen.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,15 persen, S&P/ASX 200 Australia turun 0,58 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,28 persen, sedangkan Shanghai Composite naik 0,22 persen
"Investor akan terus mencermati saham-saham Tiongkok menjelang pertemuan parlemen tahunan negara itu. Pertemuan itu dikenal dengan sebutan pertemuan "Dua Sesi" yang dimulai Selasa kemarin," kata Fanny menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....