Rupiah Turun 143 Poin Jadi Rp16.448/Dolar AS
- 03 Feb 2025 16:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut hingga penutupan perdagangan Senin (3/2/2025). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,88 persen atau 143 poin ke posisi Rp16.448 per dolar AS.
Mata uang rupiah tertekan oleh dolar AS yang terus menguat akibat kebijakan Presiden AS, Donald Trump. Pengganti Joe Biden itu akhirnya memberlakukan kenaikan tarif impor kepada negara-negara mitra dagangnya.
Trump mengenakan tarif 10 persen kepada Tiongkok serta 25 persen kepada Kanada dan Meksiko. "Ketiga negara tersebut menolak kenaikan tarif dan bersumpah akan membalas perlakuan AS,” kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.
Baca juga: Trump Naikkan Tarif Impor, Rupiah Anjlok ke 16.400-an
Kanada langsung mengumumkan bakal mengenakan tarif impor dari AS sebesar 25 persen. Sedangkan Tiongkok menyatakan akan mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
"Tiongkok juga bakal memberi tindakan balasan kepada AS," ucap Ibrahim. Namun, belum jelas bentuk balasan negara tersebut yang dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa (4/2/2025).
Ibrahim juga mengingatkan Indonesia agar berhati-hati mengevaluasi nilai tukar rupiah menyusul 'perang dagang' tersebut. Terutama nilai tukar rupiah yang dipatok pada APBN sebesar Rp16 ribu per dolar AS.
"Ketegangan perang dagang akan mempengaruhi Indonesia yang perekonomiannya bergantung pada perdagangan internasional," ucapnya. Menurut Ibrahim, perang dagang akan semakin mempersulit ekpsor Indonesia karena kemungkinan gangguan pasokan bahan baku.
Di sisi lain, Indonesia bisa menjadi limpahan barang ekspor negara lain yang sebelumnya diekspor ke AS atau Tiongkok. Perang dagang juga akan memperlemah ekspor Indonesia yang akan berdampak pada kinerja neraca perdagangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....