Perdagangan Lesu, IHSG Ditutup Turun 29 Poin

  • 27 Des 2024 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini lesu. Sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menurun 0,41 persen (29 poin) ke level 7.036.

Frekuensi perdagangan hari ini sebanyak 899 ribu kali transaksi, dengan volume perdagangan sebanyak 34,96 miliar lembar saham. Total nilai perdagangan sebesar Rp12,66 triliun dan kapitalisasi pasar hingga pekan ini tercatat sebesar Rp12.264 triliun.

Hari ini sebanyak 343 saham harganya naik, 337 saham harganya stagnan dan 267 saham harganya turun. Saham sektor transportasi dan logistik naik paling tinggi (1,17 persen, saham sektor teknologi turun paling dalam (-2,42 peresen).

Perdagangan yang lesu juga terjadi di bursa saham kawasan Asia. Sehingga indeks harga saham di Asia ditutup beragam.

Tim Analis Philiip Sekuritas Indonesia Research dalam analisisnya mengatakan, pelaku pasar sedang mencerna data-data ekonomi terbaru. “Mereka mencermati data ekonomi dari sejumlah kawasan Asia, sambil menantikan tahun 2025 untuk kebijakan The Fed,” ujarnya.

Kemungkinan The Fed akan bersikap hari-hati dalam memangkas suku bunganya. Disebabkan ekonomi Amerika Serikat yang menguat dan laju inflasi diperkirakan meningkat.

Sementara dari Tiongkok, data industrial profit mengalami penurunan 4,7 persen. Penurunan ini menjadi sinyal melemahnya permintaan di Tiongkok, risiko deflasi dan lesunya pasar properti.

Di Korea Selatan, Indeks Kepercayaan Dunia Usaha merosot ke level 62. Level ini menjadi level terendah sejak Juli 2020 dan menurun dari level 86 bulan sebelumnya.

Di Jepang, inflasi umum naik menjadi 3 persen, inflasi inti juga naik menjadi 2,4 persen. Kenaikan inflasi inti mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank of Japan.

Sedangkan penjualan ritel di Jepang naik menjadi 2,8 persen secara tahunan. “Ini memperpanjang ekspansi penjualan ritel 32 bulan beruntun, karena kenaikan upah menopang konsumsi masyarakat,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia Research, menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....