Ekonomi DKI Tumbuh, APBN 2025 Dialokasikan Rp760,2 Triliun

  • 18 Des 2024 14:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa pada Triwulan III-2024, ekonomi DKI Jakarta tumbuh sebesar 4,93 persen (yoy) dan 0,23 persen (q-to-q). Pertumbuhan ini didorong oleh sektor perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta, Mei Ling menyebut DKI Jakarta berkontribusi sebesar 16,55 persen terhadap perekonomian nasional. Hal itu kata dia menegaskan peran penting kota metropolitan ini.

"Ketidakpastian ekonomi global, seperti dinamika geopolitik dan ketidakpastian moneter, bisa berdampak pada stabilitas perekonomian Indonesia. Dampaknya bisa terlihat pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, arus modal keluar, hingga daya saing industri," katanya dalam rilis resmi yang diterima RRI, Rabu (18/12/2024).

Mei Ling juga menjelaskan bahwa APBN 2025 untuk DKI Jakarta dialokasikan sebesar Rp760,20 triliun, meningkat 26,03 persen dibanding tahun sebelumnya. Belanja Transfer ke Daerah (TKD) juga naik 41,76 persen, mencapai Rp27,53 triliun, untuk memperkuat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

"APBN berperan penting dalam menjaga stabilitas perekonomian dan sebagai alat pemulihan ekonomi. Ketahanan fiskal yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan global sangat dibutuhkan untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata dia.

Sementara itu, Pj. Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, mengarahkan lima fokus utama APBN 2025. Pertama, peningkatan kualitas SDM, termasuk penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting.

Kedua, percepatan transformasi ekonomi hijau dengan memanfaatkan sumber daya alam dan revitalisasi industri. Ketiga, subsidi dan bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, dengan peningkatan akurasi data dan koordinasi program.

Keempat, penguatan kerja sama anggaran pusat dan daerah untuk kebijakan fiskal yang lebih efektif. Kelima, efisiensi dan efektivitas belanja negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Teguh mengajak semua pihak, termasuk kepala satuan kerja, untuk menjalankan APBN 2025 secara maksimal. Tujuannya adalah menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat DKI Jakarta.

Diketahui, DKI Jakarta sudah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk Tahun Anggaran 2025. Penyerahan ini dilakukan secara digital di Balai Agung Balaikota DKI Jakarta, menandai awal pelaksanaan APBN 2025.

Proses penyerahan DIPA dan TKD ini merupakan bagian dari tahapan penganggaran sesuai peraturan perundang-undangan. Penetapan Perpres Rincian APBN melalui Perpres No. 134 Tahun 2024, yang disahkan melalui UU No. 62 Tahun 2024, menjadi dasar pengesahan.

Proses penyerahan DIPA yang sebelumnya melalui 12 tahap manual kini disederhanakan menjadi 4 tahap menggunakan aplikasi SAKTI untuk mempercepat dan memudahkan pengesahan. "Semua ini bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah proses pengesahan DIPA," ujar Mei Ling.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....