Tekanan Dolar Masih Kuat, Rupiah Terus Melemah
- 17 Des 2024 11:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah terus melemah, dampak dari tekanan kuat dolar AS, dalam pembukaan perdagangan Selasa (17/12/2024). Data Bloomberg menunjukkan, rupiah melemah 0,21 persen (33 poin) ke posisi Rp16.034 per dolar AS.
Rupiah masih melemah, meski Indeks dolar AS pagi ini bergerak sedikit lebih rendah di posisi 106,77. Indeks dolar AS bergerak di level 106,85 pada Senin pekan ini.
"Dolar AS terlihat melakukan konsolidasi terhadap nilai tukar lainnya. Dolar konsolidasi jelang pengumuman kebijakan moneter di AS, 19 Desember dini hari usai pertemuan The Fed," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra.
Baca juga: Ekspektasi Suku Bunga Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Turun
Ia memperkirakan The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, Desember ini. Tapi untuk ke depannya the Fed mungkin akan memberikan sinyal menahan suku bunga lebih lama.
"Hal itu karena data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan. Seperti data Purchasing Managers Index (PMI) komposit AS bulan Desember yang semalam dirilis lebih bagus dari sebelumnya," ujarnya.
Ariston melanjutkan, PMI komposit AS bulan Desember tercatat sebesar 56,6, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 54,9. Satu sisi, data inflasi AS menunjukkan kesulitan untuk bergerak lebih rendah dari sebelumnya.
"Pergerakan rupiah terhadap dolar AS mungkin bisa menguat, karena harga di sekitar area resisten penting 16.000. Tapi karena sentimen terlihat masih positif untuk dolar AS, rupiah bisa melemah lagi," ucap Ariston.
Ia memprediksi, peluang penguatan rupiah hari ini ke arah Rp15.950. Adapun potensi pelemahan ke arah Rp16.020 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....