Rupiah Turun ke Posisi Rp15.866 per Dolar AS

  • 09 Des 2024 17:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Senin (9/12/2024). Menurut Bloomberg, nilai rupiah turun 01,4 persen atau 21 poin ke posisi Rp15.866 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan konflik di Suriah dan ketidapastikan suku bunga AS memicu pelemahan rupiah. "Pelaku pasar lebih menyukai dolar AS dan obligasi pemerintah," ujarnya.

Pasar menunggu bagaimana perubahan rezim di Suriah setelah negeri itu dikuasai para pemberontak yang didukung Turki. Hal ini ditambah dengan masuknya pasukan Israel ke wilayah Suriah.

Baca juga: Data Ekonomi dan Konflik Berpotensi Menekan Rupiah

Sementara itu, krisis kepemimpinan juga masih berlangsung di Korea Selatan. Presiden Yoon Suk Yeol memang selamat dari pemakzulan, tetapi dia menghadapi tuntutan hukum dan tetap dipaksa mengundurkan diri.

Di sisi lain, pasar masih berspekulasi The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan. Namun, bagaimana kelanjutannya di masa depan masih belum pasti dengan perkiraan pelonggaran yang melambat pada 2025.

"Inflasi yang tinggi dan ketahanan ekonomi AS tengah menguat," ucap Ibrahim. Menurut dia, Hal ini kemungkinan akan memicu pelonggaran yang lebih lambat pada tahun depan.

Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati laporan Bank Indonesia (BI) mengenai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). IKK per November 2024 tercatat sebesar 125,9 poin, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yaitu 121,1 poin.

Kenaikan IKK didorong meningkatnya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Yaitu masing-masing menjadi 113,5 dan 138,3.

BI melaporkan IKK meningkat pada semua golongan usia, yang tertinggi pada usia 51-60 tahun. Sedangkan secara spasial, IKK tertinggi terjadi di Padang, Palembang, dan Ambon.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....