Rupiah Berpeluang Menguat setelah Rilis Data Inflasi AS
- 28 Nov 2024 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah berpeluang menguat terhadap dolar AS hari ini, setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Rupiah ditutup melemah 0,34 persen atau 53 poin menjadi Rp15.934 per dolar AS, sebelum libur Pilkada, Selasa kemarin.
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, rilis data inflasi AS memengaruhi pergerakan dolar AS. Rilis tersebut juga berpengaruh pada ekspektasi suku bunga AS di bulan depan.
"Pagi ini dolar AS bergerak lebih rendah ke 106,18 dibandingkan kemarin di 106,80. Penurunan selaras dengan meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga acuan AS bulan Desember," kata Ariston dalam analisisnya Kamis (28/11/2024).
Baca juga: Rupiah Makin Dekati Level Rp16.000 per Dolar AS
Ariston menyebutkan, survei CME FedWatch Tool menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga sekitar 70 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, yang hanya 59 persen.
Ia melanjutkan, ekspektasi meningkat pascarilis data inflasi AS PCE Price Index, sebesar 2,3 persen. Akibatnya, inflasi tetap terjaga di bawah 2,5 persen selama tiga bulan terakhir.
"Pasar masih memandang inflasi AS bisa turun lagi di masa mendatang. Ekspektasi ini mungkin bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah hari ini," ujar Ariston.
PCE Price Index adalah Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi. Indeks ini merupakan indikator rata-rata peningkatan harga seluruh konsumsi personal domestik di AS.
Sisi lain, Ariston juga mencermati pernyataan Presiden Terpilih AS, Donald Trump soal kenaikan tarif impor barang masuk AS. Pernyataan itu, menurutnya, masih memberikan tekanan ke pasar regional Asia pagi ini.
Ia memprediksi nilai tukar regional yang terlihat melemah terhadap dolar AS bisa berimbas ke rupiah. "Potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp15.950, sedangkan potensi penguatan ke arah Rp15.880-Rp15.900 per dolar AS," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....