Analis Prediksi IHSG Stagnan, Tunggu Hasil Pilpres AS

  • 06 Nov 2024 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways (stagnan), Rabu (6/11/2024). Sebab, pasar masih menunggu hasil Pilpres Amerika Serikat (AS).

"Hari ini IHSG berpotensi sideways seiring hasil Pemilu AS yang belum diketahui dengan pasti. Pasar juga menantikan potensi pemangkasan suku bunga The Fed minggu ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas tersebut.

IHSG sempat menguat 0,17 persen. Posisi IHSG pun naik ke level 7.491 pada penutupan perdagangan Selasa kemarin.

Kenaikan IHSG disertai dengan net buy (beli bersih) oleh investor asing sebesar Rp100 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BRMS, INDF, TINS, BMRI, dan ANTM.

Baca juga: IHSG Ditutup 'Rebound' karena Sentimen Data Ekonomi Indonesia

Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support antara 7.450-7.475. Adapun level resist antara 7.530-7.570.

Ia menilai, pelaksanaan Pilpres juga memicu sentimen positif di bursa saham AS. "Indeks-indeks Wall Street naik tajam pada penutupan Selasa di tengah ketegangan pasar menunggu hasil Pemilu," ucap Fanny.

Indeks S&P 500 melonjak 1,23 persen, Nasdaq melesat 1,43 perse dan Dow Jones meningkat 1,02 persen. Pasar juga menunggu keputusan suku bunga The Fed pada Kamis besok.

"CME Group’s FedWatch Tool menunjukkan hampir pasti ada pemangkasan suku bunga sebesar 0,25 persen. Sebelumnya, pada bulan September The Fed telah menurunkan suku bunganya sebesar 50 basis poin," ujar Fanny.

Dia menambahkan, sentimen positif Pilpres AS juga menular ke bursa saham Asia, sebagian besar naik pada penutupan Selasa. Nikkei 225 Jepang menguat 1,11 persen dan Shanghai Composite Tiongkok melesat 2,32 persen.

Menurutnya, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,4 persen, pasar hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter bank sentral Australia. Indeks Kospi Korea Selatan juga turun 0,47 persen, menyusul kenaikan inflasi konsumen bulan Oktober menjadi 1,3 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....