Rupiah Turun akibat Pasar Antisipasi Perkembangan di AS
- 04 Nov 2024 17:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah turun terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (4/11/2024). Menurut Bloomberg, rupiah melemah 0,13 persen atau 20 poin ke posisi Rp15.752 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar sedang bersiap menghadapi perubahan arah pada minggu ini. "Hasil pilpres dan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed akan berdampak besar pada imbal hasil obligasi AS," ujarnya.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah terhadap Dolar AS Jadi Rp15.758
Menurut Ibrahim, para ekonom memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Hal itu didasari pertimbangan data penggajian pekerja non-pertanian yang dirilis pada Jumat (1/11/2024).
"Data tersebut menunjukkan pelemahan sehingga pasar memperkirakan pasar tenaga kerja mendingin," ujarnya. Di sisi lain, persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Haris diperkirakan terjadi pada pemilu AS, Selasa (5/11/2024).
Di Tiongkok, Sidang Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional diharapkan memberi lebih banyak informasi terkait kebijakan fiskal negara itu. Disebut-sebut Komite dapat menyetujui tambahan utang baru sebesar USD1,4 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada di level kontraksi. Pada Oktober 2024, PMI Manufaktur Indonesia tercatat di bawah angka 50 atau tepatnya 49,2.
"Pasar merespons negatif data PMI Manufaktur yang terus turun sejak Juli 2024," ucapnya. Laporan S&P Global menyebutkan manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada sisi produksi, permintaan baru dan ketenagakerjaan sejak September 2024.
Hal tersebut disebabkan rendahnya aktivitas pasar akibat eskalasi konflik geopolitik, sehingga pelaku usaha mulai mengurangi tenaga kerja. Di sisi lain, masih tingginya inflasi mendorong perusahaan menaikkan harga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....