IHSG Diperkirakan Stagnan, Pasar Tunggu Data Inflasi BPS

  • 01 Nov 2024 08:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan stagnan hari ini, karena pasar menunggu data inflasi. Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, IHSG naik tipis 0,06 persen atau empat poin ke level 7.574.

Kenaikan IHSG kemarin, masih disertai dengan net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp85 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, ASII, BBNI dan BRMS.

"IHSG berpotensi bergerak sideways (stagnan) cenderung melemah hari ini. Pelaku pasar menunggu data inflasi Indonesia yang akan dirilis BPS dan data pengangguran di Amerika Serikat," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat (1/11/2024).

Baca Juga : IHSG Berhasil Naik Tipis ke Level 7.574

Fanny memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini di level support antara 7.475-7.520. Sedangkan level resist akan bergerak di rentang 7.600-7.630.

Indeks saham di bursa saham global pada penutupan Kamis kemarin juga cenderung menurun. Baik di bursa Amerika Serikat maupun Asia-Pasifik.

"Indeks-indeks Wall Street melemah setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan raksasa teknologi hasilnya mengecewakan. Saham Microsoft turun 6 persen dan saham Meta Platforms melemah lebih dari 4 persen," ujar Fanny.

Kamis kemarin, Indeks S&P 500 berkurang 1,86 persen, Nasdaq Composite turun 2,76 persen. Dow Jones Industrial Average juga turun 0,9 persen, sementara laporan keuangan Apple dan Amazon akan dirilis hari ini.

Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas melemah setelah keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Tiongkok juga merilis angka aktivitas bisnis utamanya.

BoJ mempertahankan suku bunga acuan setelah meningkatnya ketidakpastian mengenai prospek perekonomian. Stabilitas pemerintahan juga tidak menentu setelah hasil pemilu terburuk koalisi yang berkuasa sejak tahun 2009.

Sementara di Tiongkok, Biro Statistik Nasional mengumumkan PMI manufaktur sebesar 50,1. Itu artinya industri manufaktur Tiongkok mulai masuk ke zona ekspansi.

Pasar saham Tiongkok CSI300 dan Shanghai Composite masing-masing naik 0,04 perse dan 0,42 persen. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,50 persen, Kospi Korea Selatan menurun 1,45 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia juga turun 0,25 persen. Begitu pula indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,31 persen.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....