IHSG Anjlok 72 Poin akibat Aksi Jual Asing
- 24 Okt 2024 18:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan Kamis (24/10/2024). Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup pada level 7.716, turun tajam 0,93 persen atau 72 poin.
"Pelemahan IHSG dibarengi net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp463 miliar," kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia. Saham-saham yang paling banyak dijual pihak asing adalah BBRI, TLKM, BMRI, SIDO, dan UNVR.
Baca juga: Analis Sebut Tiga Faktor Pengaruhi Penekanan Rupiah
Sepanjang sesi perdagangan, 390 saham turun, 319 saham stagnan, dan 231 saham naik. Saham-saham yang menjadi penekan IHSG karena mengalami penurunan terbesar berasal dari sektor bahan baku, energi dan finansial.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 25 miliar lembar dengan frekuensi perdagangan 1,4 juta kali transaksi. Total nilai transaksi sebesar Rp11,48 triliun dan kapitalisasi pasar sebesar Rp12.904 triliun.
Selain IHSG, indeks saham bursa Asia juga ditutup melemah pada hari yang sama. "Pasar tertekan oleh kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian Tiongkok dan perkembangan pilpres Amerika Serikat,” ucap Tim Analis Phillip Sekuritas.
Imbal hasil obligasi negara yang tinggi juga membuat pasar saham global tertekan. Hal ini menyebabkan pelaku pasar enggan membayar tinggi untuk membeli saham.
"Kenaikan imbal hasil dipicu serentetan data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan," ucap Tim Analis. Selain itu, pernyataan sejumlah pejabat The Fed membuat pasar mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih agresif.
Di sisi lain, pelaku pasar juga sedang mencerna data perekonomian Korea Selatan, Jepang, Australia dan India. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada triwulan III 2024 tercatat stagnan setelah terkontraksi pada triwulan II.
Perhitungan awal Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Jepang menunjukkan penurunan di bawah level ekspansi. Begitu pula perhitungan awal PMI Australia yang mencapai kurang dari angka 50.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....