Pefindo: Penerbitan Surat Utang Korporasi Capai Rp94,9 Triliun
- 24 Okt 2024 16:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyatakan penerbitan surat utang korporasi secara nasional sepanjang Januari-September 2024 mencapai Rp94,9 triliun. Demikian disampaikan Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan I Pefindo, Martin Pandiangan, Kamis (24/10/2024) di Jakarta.
Menurut dia, sebagian besar dana penerbitan surat utang itu digunakan untuk modal kerja sebanyak 65,4 persen. "Selain itu digunakan untuk keperluan refinancing sebanyak 24,5 persen," ujarnya.
Martin mengatakan dari total surat utang korporasi yang diterbitkan, sebanyak Rp93,4 triliun merupakan obligasi dan sukuk. Ini berarti peningkatan dibandingkan penerbitan obligasi dan sukuk pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp89,3 triliun.
Penerbitan surat utang korporasi sepanjang Januari-September 2024 total nilai didominasi perusahaan multifinance sebanyak 16 perusahaan. Sedangkan total nilai surat utang yang diterbitkan mencapai Rp21,8 triliun.
Kemudian disusul perusahaan bubur kertas dan produk kertas, serta lembaga keuangan khusus. Nilai surat utangnya tercatat masing-masing sebesar Rp13,7 triliun dan Rp10 triliun.
Menurut Martin, Pefindo menilai sekitar 85,6 persen surat utang korporasi."Nilainya mencapai Rp81,3 triliun dan didominasi perusahaan bubur kertas dan produk kertas, serta perusahaan multifinance," ujarnya.
Sementara itu, hingga akhir September 2024, Pefindo telah menerima mandat penilaian surat utang korporasi dan belum listing. "Nilai mandatnya sekitar Rp42 triliun, kebanyakan dari perusahaan bubur kertas dan produk kertas, pertambangan, serta perbankan," ucap Martin.
Pefindo juga menerima mandat dari 18 perusahaan non-BUMN dengan rencana penerbitan surat utang sekitar Rp29,5 triliun. Sedangkan dari 14 BUMN/BUMD beserta anak perusahaannya, rencana penerbitan surat utangnya tercatat sekitar Rp12,2 triliun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....