Laporan IMF Sebabkan Rupiah Tergelincir ke Posisi Rp15.626

  • 23 Okt 2024 16:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (23/10/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,38 persen atau 59,5 poin ke posisi Rp15.626 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mencermati faktor internal dan eksternal yang menekan rupiah. Salah satunya proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sebesar 5,1 persen hingga 2029. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 diperkirakan tetap 5 persen atau stagnan dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Indeks Dolar Menguat, Rupiah Berisiko Melemah Lagi

Ini tercantum dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2024 yang diterbitkan IMF. Laporan lembaga donor internasional diberi judul 'Policy Pivot, Rising Threats' (Pergeseran Kebijakan, Meningkatnya Ancaman).

Seperti diketahui, tahun 2029 merupakan akhir masa jabatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. "Proyeksi IMF seolah menunjukkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen oleh Presiden Prabowo masih sulit dicapai," ucap Ibrahim.

IMF juga memperkirakan inflasi Indonesia akan stabil di posisi 2,3 persen pada 2024. Kemudian neraca transaksi berjalan 2024 diperkirakan defisit minus 1,0 persen dan tingkat pengangguran pada 2024 sebesar 5,2 persen.

Lembaga donor internasional itu juga memproyeksikan inflasi global mencapai 3,5 persen pada 2025. Sementara kondisi ekonomi global dinilai tetap tangguh sehingga terhindar dari resesi.

Secara eksternal, pelemahan rupiah dipengaruhi sikap investor yang beralih ke aset safe haven seperti emas atau dolar AS. Ini karena imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi.

Faktor lainnya adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih kecil. Tidak ketinggalan isu-isu politik global seperti makin ketatnya persaingan pilpres AS dan ekskalasi konflik Timur Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....