Rupiah Turun karena Pasar Khawatir Kabinet Terlalu Gemuk

  • 21 Okt 2024 17:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah di luar dugaan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (21/10/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,15 persen atau 22,50 poin ke posisi Rp15.503 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan sentimen pasar berbalik negatif melihat kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk kabinetnya. "Ini karena di luar nama-nama yang sudah diumumkan, masih ada beberapa parpol yang belum mendapat ’jatah’ menteri," ujarnya.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Mengiringi Pelantikan Kabinet Hari Ini

Sehingga pasar beranggapan Kabinet Merah Putih terlalu gemuk, bahkan cenderung obesitas. Menurut Ibrahim, ini juga menjadi kabinet dengan jumlah menteri terbanyak di Asia Pasifik.

"Jumlah rata-rata menteri di negara-negara Asia-Pasifik hanya sekitar 22 orang," ujarnya. Sedangkan di Indonesia, jumlah menteri dan wakil menteri saat ini mencapai 105 orang.

Ibrahim menambahkan pasar juga menilai susunan kabinet yang telah diumumkan mencerminkan balas budi Presiden Prabowo kepada parpol pendukungnya. "Dugaan inilah yang membuat pasar merespons negatif," ucapnya.

Pelaku pasar, menurut Ibrahim, memperkirakan banyak menteri dan wamen yang kemungkinan tidak bertahan lama di kabinet. "Reshuffle kabinet kemungkinan terjadi sebelum lima tahun," ujarnya.

Sementara dari luar negeri, peluang Donald Trump kembali menjadi Presiden AS semakin kuat. Selain itu, konflik Timur Tengah masih memanas terutama antara Israel dan Lebanon.

"Sentimen tersebut mendorong penguatan dolar AS yang berimbas pada melemahnya rupiah," kata Ibrahim. Ditambah lagi kebijakan bank sentral Tiongkok yang sedikit memangkas suku bunga acuannya di tengah rangkaian stimulus pemerintahan Beijing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....