Naik 26 Poin, Rupiah Sukses Libas Dolar AS
- 18 Okt 2024 17:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berhasil melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan perdagangan, Jumat (18/10/2024). Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,17 persen atau 26 poin ke posisi Rp15.481 per dolar AS.
Sentimen suku bunga mendominasi pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Pelaku pasar di AS memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dengan margin lebih kecil.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan hal tersebut didorong nilai penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan. Selain itu, klaim pengangguran mingguan juga turun, yang menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja.
Baca juga: Suku Bunga BI Masih Tinggi untuk Dorong Perekonomian
Bank Sentral Eropa (ECB) sudah mengurangi tingkat suku bunga sebanyak 25 basis poin. Ini mengindikasikan bank-bank sentral utama dunia siap memotong suku bunga lebih lanjut.
Di Tiongkok, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2024 sesuai perkiraan mencapai 4,6 persen secara tahunan. Namun, pertumbuhan tahun berjalan masih di bawah target pemerintah sebesar 5 persen karena dampak stimulus yang kurang memuaskan.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati kembali Menteri Keuangan Sri Mulyani ke dalam kabinet Prabowo. "Pilihan Prabowo pada Sri Mulyani dibantu tiga wakil menteri adalah sikap yang realistis dan bijaksana," ujarnya.
Ketiga Wamenkeu tersebut adalah Suahasil Nazara, Thomas Djiwandono dan Anggito Abimanyu. Mereka diharapkan dapat memperkuat kinerja Kementerian Keuangan, terutama jika Prabowo nantinya membentuk Badan Penerimaan Negara.
Ibrahim melihat kondisi perekonomian Indonesia sebenarnya masih labil. Sehingga, penunjukan Sri Mulyani merupakan upaya strategis agar tim ekonomi kabinet baru dapat segera bekerja.
"Dia dapat meneruskan pekerjaan yang belum terselesaikan," ucap Ibrahim. Sementara di sisi lain, Prabowo juga melihat perlunya kaderisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....