Indeks Dolar AS Menguat, Rupiah Berisiko Melemah

  • 10 Okt 2024 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berisiko melemah, karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat, Kamis (10/10/2024). Rupiah sempat menguat 0,16 persen (25 poin) ke posisi Rp15.629 per dolar AS, pada penutupan perdagangan Rabu kemarin.

"Indeks dolar AS terlihat naik pagi ke kisaran 102,85. Ini merupakan level tertinggi sejak 16 Agustus 2024," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra.

Baca juga: Rupiah Lanjutkan Penguatan Jadi Rp15.629/Dolar AS

Ia menilai, penguatan dolar AS didukung oleh ekonomi AS yang masih terlihat solid. Hal itu tercermin dari sejumlah data, di antaranya Purchasing Managers' Index (PMI) sektor jasa masih di level ekspansi.

"Data tenaga kerja AS juga membaik. Jumlah orang bekerja di luar sektor pertanian dan pemerintahan tumbuh lebih banyak dibandingkan ekspektasi," ujar Ariston.

Ariston menambahkan, ketegangan di Timur Tengah juga memicu naiknya indeks dolar AS. Sebab, pelaku pasar akan mencari aset aman di tengah ketidakpastian tinggi, salah satunya mata uang dolar AS.

"Pelaku pasar sekarang menunggu data inflasi konsumen AS yang akan dirilis malam ini. Data inflasi akan mengonfirmasi kebijakan pemangkasan suku bunga acuan AS masih akan berlanjut," ucapnya.

Dirinya melanjutkan, bila data inflasi menunjukan penurunan, dolar AS bisa berbalik melemah. Sementara, potensi pelemahan ke arah Rp15.650, dan potensi support di kisaran Rp15.600 per dolar AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....