Rupiah Anjlok ke Posisi Rp15.686 per Dolar AS

  • 07 Okt 2024 17:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta : Nilai tukar rupiah merosot tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (7/10/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun hingga 1,30 persen atau 201,5 poin ke posisi Rp15.686 per dolar AS.

Laporan ketenagakerjaan AS yang menguat pada September 2024 memicu penguatan dolar AS. Imbasnya, nilai tukar mata uang lainnya melemah terhadap dolar AS termasuk rupiah.

"Ini membuat pelaku pasar menurunkan spekulasi pemotongan suku bunga oleh The Fed," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi. Menurut dia, pelaku pasar tidak lagi berekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga hingga 50 basis poin.

Baca juga: Rupiah Diperkirakan Melemah di Awal Pekan

Menurut Ibrahim, data pekerjaan non-pertanian AS mencapai 254 ribu pada September 2024. Padahal perkiraan pasar hanya di sekitar angka 140 ribu pekerjaan baru.

Tingkat pengangguran AS secara tak terduga turun menjadi 4,1 persen. Sedangkan pada Agustus 2024 tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,2 persen.

"Berdasarkan CME Fedwatch Tool, peluang pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin kini hanya 31 persen," ucap Ibrahim. Sedangkan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin hampir pasti terjadi.

Ibrahim juga mencermati perkembangan di dalam negeri yang mempengaruhi sentimen pasar uang. Di antaranya laporan Bank Indonesia (BI) tentang posisi cadangan devisa per September 2024.

"Cadangan devisa turun tipis menjadi USD149,9 miliar (Rp2.353,43 triliun)," ujarnya. Sebulan sebelumnya, cadangan devisa bulan Agustus mencatat rekor tertinggi sejak Desember 2023 yakni USD150,2 miliar (Rp2.358,14 triliun).

Penurunan cadangan devisa itu disebabkan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Namun, BI menyatakan posisi cadangan devisa masih di atas standar internasional yaitu sekitar tiga bulan impor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....