Rupiah Turun Tajam Jadi Rp15.428 per Dolar AS

  • 03 Okt 2024 16:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (3/10/2024). Menurut Bloomberg, rupiah turun cukup tajam yaitu 1,05 persen atau 160,5 poin ke posisi Rp15.428 per dolar AS.

Anjloknya rupiah menyusul laporan Automatic Data Processing (ADP) tentang tenaga kerja AS. Jumlah pekerja swasta di negara pada September 2024 meningkat sebanyak 143 ribu dibandingkan 103 ribu pada bulan sebelumnya.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan peningkatan ini ternyata melebihi perkiraan. "Para ekonom yang menjadi responden survei Reuters memprediksi penambahannya hanya mencapai 120 ribu pekerja," ujarnya.

Baca juga: Indeks Dolar AS Menguat, Rupiah Berisiko Lanjutkan Pelemahan

Sementara itu, Presiden The Fed Wilayah Richmond, Thomas Barkin, turut berkomentar soal pemangkasan suku bunga. Menurut dia, penurunan suku bunga bukan berarti pertempuran melawan inflasi telah berakhir.

Konflik Timur Tengah juga mulai berdampak pada kelancaran aliran minyak mentah untuk keperluan ekspor. Harga minyak mentah Brent terpantau naik tipis 0,87 persen menjadi USD74,54 per barel pada Kamis (3/10/2024).

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengindikasikan untuk membuka ruang pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Hal ini seiring rendahnya inflasi, stabilnya nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi yang perlu terus didorong.

"BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi seperti kebijakan suku bunga AS dan Eropa," ujar Ibrahim. Termasuk, lanjut dia, perkembangan ekonomi di Tiongkok setelah negara itu menggelontorkan kebijakan stimulusnya.

Suku bunga acuan BI saat ini berada pada level enam persen setelah pemangkasan pada September lalu. Sementara suku bunga AS atau Fed Funds Rate (FFR) berada pada posisi 4,75-5 persen.

"Momentum penurunan suku bunga acuan BI diperkirakan akan mendukung pertumbuhan ekonomi agar tetap solid," kata Ibrahim. Terutama bagi industri perbankan yang diharapkan juga dapat menurunkan suku bunga kreditnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....