Terapi Moxa: Solusi Baru Pengobatan Tradisional Dari Tiongkok

  • 18 Sep 2024 17:33 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Perawatan medis di Indonesia saat ini dikatakan berkembang dengan baik. Namun, tidak sedikit masyarakat yang menggunakan metode tradisional sebagai alternatif lain. Salah satunya yang saat ini sedang dikenal di wilayah Madiun dan sekitarnya adalah terapi moxa. Lantas, apa sebenarnya terapi moxa itu?

Dikutip dari Wikipedia, terapi moxa adalah cara pengobatan yang menggunakan tanaman obat yang bernama moxa atau mugwort. Cara pengobatan ini memegang peranan penting dalam sistem pengobatan tradisional Cina, Jepang, Korea, Vietnam, Tibet, dan Mongolia. Metode terapi moxa ini menggunakan panas dari pembakaran ramuan herbal, biasanya mugwort (Artemisia Vulgaris), untuk merangsang titik-titik akupuntur di tubuh. Saat ini, terapi moxa ini bahkan juga sudah mulai dikenal di kalangan ibu hamil yang ingin merangsang kontraksi secara alami.

Sesotya Rahayu seorang konselor laktasi dan founder bidangidoula.id mengatakan terapi moxa ini adalah alternatif dalam ilmu kebidanan komplementer. "Terapi moxa ini pada dasarnya seperti ramuan, berupa stik yang didalamnya ada daun mogwart yang merupakan pengobatan dari China. Manfaat dari terapi moxa ini juga banyak sekali, sehingga saat inimulai dikenalkan di ranah kebidanan," katanya dalam perbincangan bersama Pro1 RRI Madiun, Selasa (17/9/2024).

Dalam penelitian bidang kebidanan, terapi moxa ini membantu ibu hamil yang mengalami fase menuju kelahiran. Sesotya menambahkan ketika menuju fase kelahiran biasanya ibu hamil harus mengalami masa rangsang dengan menggunakan infus dan sebagainya. Namun, dengan terapi moxa, beberapa kasus dapat diatasi dengan cara tradisional. "Terkadang ibu hamil menghadapi mental yang naik turun kala kelahiran tiba karena harus menjalani perawatan medis seperti infus dan sebagainya yang dirasa mengerikan. Namun, dengan terapi moxa ini hal tersebut bisa diatasi secara alami," tambahnya.

Cara kerja terapi moxa terbilang tidak rumit. Contohnya dalam kasus janin sungsang, yang ternyata bisa diatasi dengan terapi moxa. Sesotya menuturkan, kasus memutar bayi pada posisi ideal kelahiran terbilang berhasil dengan menggunakan terapi moxa. " Bisa saja menggunakan terapi moxa untuk kasus sungsang, namun harus ada usia kehamilan yang idela yaitu 32 atau 33 minggu (7 atau 8 bulan). Ketika usia menekati HPL (Hari Perkiraan Lahir) justru akan susah mendapatkan ruang gerak untuk si janinnya, karena rahimnya sudah terhimpit," tuturnya.

Ketika ingin menggunakan terapi moxa pada ibu hamil, Sesotya mengatakan menggunakan hukum alam, yaitu hukum gravitasi. " Posisi ibu hamil ini harus ada di posisi OFP (Optimal Fetal Positioning). Metode ini diyakini karena bayi cenderung memutar kebawah utamanya posisi yang berat. Oleh karena itu dengan posisi OFP dengan terapi moxa ini dilakukan di titik ibu hamil sujud akan lebih akurat," katanya.

Selain untuk merangsang induksi alami, juga bisa merangsang posisi bayi. Ditanya mengenai efek samping terapi moxa, Sesotya menjelaskan tidak ada efek samping karena ramuan moxa menggunakan bahan alami, dan tidak membahayakan. Treatment yang dilakukan juga sesuai standar, sehingga tidak membahayakan ibu hamil. Manfaat lain dari terapi moxa adalah melancarkan peredaran darah, salah satu contohnya adalah kasus vertigo, migrain dan sejenisnya. Pada kesimpulannya, terapi moxa akan lebih baik dilakukan oleh bidan atau terapis yang berpengalaman sehingga proses terapi tidak salah penanganan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....