Bahaya Menyalahkan Diri Sendiri dan Cara Mengatasinya

  • 17 Sep 2024 10:18 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Setiap orang pasti pernah menyalahkan diri sendiri karena kesalahan yang diperbuat. Menyalahkan diri terlalu dalam, memiliki dampak negatif pada kesehatan mental. Meski demikian ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memaaf diri sendiri.

Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun Herdina Tyas Leylasari M.Psi Psikolog mengatakan, self blame atau menyalahkan diri sendiri adalah perilaku atau kecenderungan menyalahkan diri sendiri atas masalah.

“Juga atas kegagalan atau kesalahan yang terjadi, bahkan jika mereka mungkin tidak sepenuhnya atau sama sekali tidak bertanggung jawab atas siatuasi tersebut,” ujar dia saat menjadi narasumber Pengarusutamaan Gender (PUG) Pro 1 RRI Madiun, Rabu (4/9/2024).

Menurut Herdina, perasaan menyalahkan diri sendiri ini melibatkan perasaan bersalah, rasa malu, atau perasaan tidak berharga yang mungkin muncul ketika seseorang itu merasa menjadi penyebabnya.

“Beberapa orang menyebut tindakan menyalahkan diri sendiri ini, adalah bentuk pelecehan emosional tertingging dan palin toxic,” ujar dia. Karena, jelas dia, slef blame ini memperkuat rasa kekurangan dalam diri dan menghentikan langkah untuk hidup lebih maju.

Herdina mengatakan, self blame ini bisa muncul dari berbagai situasi, baik karena internal maupun eksternal. “Contoh situasi dalam self blame itu karena adanya kegagalan pribadi,” ujar dia.

Seperti gagal dalam prestasi pribadi dalam pekerjaan atau karena mendapat nilai buruk di sekolah dan lainnya. “Selain itu juga bisa karena disebabkan karena faktor lain, seperti karena konflik dengan teman, keluarga, rekan kerja dan lainnya,” ucap dia.

Selain itu, menyalahkan diri sendiri juga bisa muncul karena seseorang pernah mengalami pengalaman traumatis, misalnya kecelakaan, pelecehan atau kerugian signifikan. “Juga mungkin merasa bersalah, bahkan jika mereka adalah korban dalam situasi itu,” ujar dia.

Sikap menyalahkan diri sendiri, Herdina mengatakan, merupakan wujud rendahnya self esteem atau kebutuhan menghargai diri sendiri. “Ekspektasi tinggi, tapi tidak terlalu disertai kemampuan mumpuni juga berisiko memunculkan self blame,” ucap dia.

Herdina menyebut, beberapa alasan kenapa seseorang mudah melakukan menyalahkan diri sendiri, diantaranya:

1. Memiliki Kepribadian Obsesif

“Orang dengan kepribadian obsesif ini akan menetapkan standar yang terlalu tinggi dan akan berusaha melakukan segala hal dengan sempurna dan tertata,” ujar dia. Pada umumnya, mereka tidak bisa mentoleransi kesalahan.

Orang dengan kepribadian obsesif ini, Herdina mengatakan, akan cenderung menyalahkan diri sendiri jik ada suatu masalah.

2. Kebiasaan Mengkritik Diri Sendiri

“Mengkritik diri sendiri sebenarnya sah-sah saja, ini penting untuk introspeksi dan pengembangan diri,” ujar dia. Namun, kata Herdina, jika terlalu sering mengkritik diri sendiri akan berujung menjelakan,menyalahkan atau membesarkan kesalahan sendiri.

3. Trauma Masa Lalu

Menurut Herdina, perilaku menyahkan diri sendiri rentan terjadi pada orang yang pernah punya trauma pada masa kecil. “Misalnya karena pelecehan seksual, korban bully fisik maupun verbal dan lainnya,” ucap dia.

4. Depresi

“Alasan kenapa orang sering menyalahkan diri sendiri karena depresi,” ucap dia. Menurut Herdina, sering menyalahkan diri sendiri adalah salah satu tanda gangguan mental yang kerap ditemui pada penderita depresi.

Self blame ini, jelas Herdina, jika berlarut memiliki dampak negatif, seperti:

1. Kehilangan Kesempatan dan Berkembang

Saat mengalami kegagalan atau kondisi yang diluar harapan, seseorang akan memilih menyalahkan diri sendiri. “Mereka tidak mampu melihat dari sisi lain, apa penyebab kegagalan, tidak bisa menganalisis masalah dengan baik, dan tidak bisa berpikir jernih untuk mencari solusi,” ucap dia.

2. Kesehatan Mental Terganggu

Self blaming yang tidak terkontrol menyebabkan seseorang mengalami beberapa kondisi seperti cemas, setres, depresi bahkan putus asa. “Ini berdampak pada aktivitas keseharian yang harusnya nyaman beralih mencari ketidaktenangan,” ujar Herdina.

3. Menurunkan Kesehatan Fisik

“Jika kesehatan mental terganggu, sebagai akibat kondisi kesehatan fisik juga akan menurun,” ucap Herdina. Beberapa kondisi fisik biasanya, lemas, sekit kepala, sakit perut bahkan sampai insomnia.

4. Motivasi dan Produktivitas Menurun

Apabila seseorang menyalahkan diri sendiri, dan merasakan beberapa dampak negatifnya sudah pasti akan motivasi dan produktivitas juga aka menurun. “Hal ini akan membuat seseorang menghindari tugas, atau pekerjaan tertentu,” ujarnya.

5. Sulit Menerima Diri Sendiri

“Self blaming dapat membuat seseorang sulit menerima diri sendiri, apalagi karena mengalami kegagalan,” ujar dia. Sebagian seseorang akan merasa tidak layak atas sesuatu, takut dihakimi, bahkan kehilangan kepercayaan diri sendiri.

Meski demikian, jelas Herdina, ada beberapa cara agar seseorang tidak menyalahkan diri sediri, diantaranya:

1. Penerimaan Diri

“Menerima dan menyadari bahwa kita tidak sempurna. Jika melakukan kesalahan maka akui kesalahan tersebut tetapi bukan menyalahkan diri, karena ini dua hal yang berbeda,” ujar dia.

Jelas Herdina, ketika mengakui kesalahan maka seseorang akan menemukan apa yang perlu diperbaiki dan fokus melakukan lebih baik serta tanggung jawab. “Sebaliknya, jika menyalahkan diri sendiri hanya menghabiskan waktu meratapi kesalahan,” ujar dia.

2. Melatih Self Talk dan Afirmasi Positif

Herdina mengatakan, self talk atau berbicara dengan diri sendiri ini penting. “Jika anda mengalami peristiwa dan mulai menyalahkan diri sendiri, cobalah self talk apa yang terjadi,” tuturnya.

Pilah mana situasi dan kondisi yang bisa anda dikendalikan dan mana yang diluar kendali diri anda. Tahapan selanjutnya, yang harus dilakukan adalah memberikan afirmasi positif pada diri sendiri.

“Misalnya, mungkin kesalahan kali ini ada pada diri anda, namun semua orang pernah salah. Kemudian afirmasi positif bahwa selanjutnya anda akan melakukannya dengan benar. Katakan saya pintar, atau saya pasti bisa mengatasinya,” ujar dia.

Dengan begitu rasa menyalahkan diri sendiri akan diubah menjadi evaluasi diri dan biisa meningkatkan kepercayaan diri.

3. Praktikan Rasa Syukur

“Ambil alih perilaku self blaming dengan rasa syukur,” ucap dia. Selain itu, kata Herdina, anda bisa menuliskan tiga hal yang anda syukuri setiap hari dalam sebuah jurnal atau catatan.

“Penelitian mengatakan, rasa syukur ini memiliki dampak besar untuk memperbaiki cara otak bekerja dengan lebih positif,” ujar dia.

4. Melatif Self Compassion

Herdina mengatakan, self compassion atau welas asih pada diri sendiri itu penting diterapkan agar menyalahkan diri sendiri itu yang berlebihan itu secara perlahan bisa menhilang.

“Pahami, bahwa orang pertama yang bisa bersikap baik terhadap dirimu adalah dirimu sendiri. Serta ingat jangan terlalu terpaku pada penilaian orang karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,” ucap dia.

5. Menempatkan Diri di Lingkungan yang Kondusif

“Circle yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari itu sangat mempengaruhi cara bersikap dan mindset,” ucap dia. Karena itu, Herdina menjelaskan, jika anda berada dalam lingkungan toxic maka cobalah untuk keluar.

“Cari lingkungan yang bisa membangun emosi positif, dan pandangan yang lebih baik terhadap suatu hal,” ujar Herdina.

6. Konseling Pada Psikolog

Menurut Herdina, sering menyalahkan diri sendiri adalah bentuk ketidak berdayaan dalam melihat situasi secara seimbang. “Anda bisa konseling ke psikolog untuk memetakan masalah yang membuat anda sulit lepas dari kebiasaan self blaming,” ujar dia.

Herdina mengatakana, hampir semua orang pernah menyalahkan diri sendiri jika gagal mendapatkan sesuatu atau saat menghadapi masalah. “Kondisi ini sebenarnya termasuk kekerasan emosional yang bisa membuat seseorang tidak termotivasi,” ujar dia.

Menurutnya boleh menyalahkan diri sendiri sebagai bahan evaluasi, namun jangan terlalu berlarut-larut. “Coba mengenal dan sayangi diri, lihat kekurangan dan kelebihan agar bisa mengetahui nilai diri kita,” ucap Herdina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....