Proses Terbentuknya Keringat Dan Kandungan Di Dalamnya

  • 21 Agt 2024 20:16 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Ketika Anda melakukan kegiatan fisik atau beraktivitas di tempat yang panas, tubuh Anda akan mulai berkeringat. Meski terasa lengket pada tubuh, keringat berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh manusia.

Bagaimana proses pembentukan keringat?

Mengutip dari hellosehat.com, keringat adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar keringat dan menjaga suhu inti tubuh. Seseorang memiliki dua hingga empat juta kelenjar keringat yang tersebar di seluruh tubuh.

Ada dua jenis, kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin dapat ditemukan hampir di semua bagian tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki, dahi, pipi, dan ketiak. Kelenjar apokrin berada di sekitar ketiak dan selangkangan.

Produksi keringat dimulai ketika suhu tubuh meningkat akibat olahraga, aktivitas fisik, perubahan suhu lingkungan, atau panas ekstrem. Hipotalamus mengirimkan sinyal ke sistem saraf untuk merangsang kelenjar ekrin memproduksi keringat.

Setelahnya, keringat yang dihasilkan dikeluarkan dari pori-pori kulit dan menguap. Suhu tubuh akan kembali turun.

Selain itu, produksi keringat bisa terjadi karena stres, kecemasan, atau ketidakseimbangan hormon. Banyaknya keringat yang dihasilkan dapat mempengaruhi tingkat kebugaran dan berat badan Anda.

Orang yang kelebihan berat badan mempunyai kelenjar keringat yang lebih besar. Pasalnya, memiliki massa tubuh yang besar membuat tubuh harus bekerja lebih keras melalui keringat.

Apa kandungan yan terdapat dalam keringat?

Keringat sebagian besar mengandung natrium atau garam. Tujuan berkeringat adalah untuk menyeimbangkan kadar natrium agar tidak terlalu tinggi. Zat lain dalam keringat diproduksi oleh kelenjar ekrin berikut ini.

• Protein: dikeluarkan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

• Urea (CH4N20): zat limbah yang dihasilkan hati saat memproses protein tertentu.

• Hamine: zat yang diproduksi oleh ginjal saat menyaring nitrogen dalam urea. Bedanya, keringat yang dihasilkan kelenjar apokrin lebih kental dan mengandung lemak.

lantas, kandungan apa yang terdapat dalam keringat sehingga menyebabkan bau?

Meski berbau tidak sedap, sebenarnya keringat tidak berbau sama sekali. Bau muncul ketika keringat bersentuhan dengan bakteri di kulit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....