Waspada Bahaya Terlalu Banyak Makan Gorengan

  • 09 Agt 2024 21:44 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Terlalu banyak mengonsumsi gorengan tidak hanya meningkatkan asupan kalori harian tubuh kita, namun juga meningkatkan risiko penyakit berbahaya seperti jantung, diabetes, dan obesitas. Kebanyakan orang lebih memilih tempe, tahu, dan ayam digoreng dari pada dikukus atau direbus, padahal proses penggorengan justru mengurangi nilai gizi bahan utama karena penambahan kalori dan kandungan lemak. Kandungan lemak trans yang tinggi ini disebabkan oleh proses memasak yang menggunakan gas hidrogen untuk mengubah lemak.

Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan gorengan dalam jumlah kecil (sekitar 4 ons) dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 3 persen, risiko penyakit jantung sebesar 2 persen, dan risiko gagal jantung sebesar 12 persen. Telah terbukti bahwa mengonsumsi gorengan menimbulkan bahaya.

Makanan yang digoreng menyerap minyak sehingga tinggi kalori, semakin tinggi asupan kalori harian seseorang, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya kelebihan berat badan dan obesitas. Selain itu lemak trans yang ditemukan dalam makanan yang digoreng juga berperan penting dalam penambahan berat badan, lemak ini diketahui dapat meningkatkan nafsu makan dan mempengaruhi fungsi hormon yang dapat meningkatkan penyimpanan lemak.

Terlalu banyak mengonsumsi gorengan juga memicu meningkatkan risiko penyakit jantung dan obesitas. Padahal obesitas diketahui menjadi faktor risiko penyakit jantung. Selain itu makanan gorengan juga memicu timbulnya kanker.

Cara terbaik untuk mengurangi risiko bahaya saat mengonsumsi gorengan adalah dengan mengganti minyak goreng dengan jenis minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak alpukat. Namun, minyak dengan proporsi asam lemak tak jenuh yang tinggi, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak lobak, minyak wijen, dan minyak bunga matahari tidak disarankan untuk menggoreng.

Saat menggoreng, penting untuk tidak menggunakan minyak berulang kali. Selain itu perhatikan suhu penggorengan anda, karena suhu yang terlalu tinggi dapat merusak minyak dan menimbulkan radikal bebas yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang. Untuk mencegah makanan yang digoreng menjadi terlalu berminyak, disarankan untuk meniriskan makanan di atas tisu untuk menyerap sisa minyak berlebih.

Agar lebih sehat, cobalah memanggang makanan anda daripada menggorengnya. Makanan yang dipanggang rasanya sama enaknya dengan makanan yang digoreng renyah. Menyebarkan bumbu dan rempah pada makanan sebelum dipanggang akan membuat rasanya lebih enak.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar protein hewani, seperti daging sapi, ayam, dan ikan, juga mengandung banyak lemak, yang dapat hilang jika dipanaskan dalam wadah masak antilengket. Selamat memasak dengan cara yang benar. (adiyanto-LPU)

Referensi:

Yuspa Hanum. 2017. Dampak Bahaya Makanan Gorengan pada Jantung. Jurnal Kesehatan Keluarga, Universitas Negeri Medan.

Gillespie, C. Verywell Fit. 2021. Fried Food Increases Risk of Stroke and Heart Disease, Analysis Finds.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....