Ternyata Nasi Merah Lebih Berbahaya dari Nasi Putih

  • 05 Agt 2024 08:34 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Diambil dari tulisan raka dari sajian sedap (september 2023), Nasi merah identik dengan olahan makanan pokok yang sehat. Kadar serat dalam nasi ini diharapkan membantu masyarakat bisa terhindar dari beragam penyakit. Namun siapa sangka, nasi merah bisa lebih berbahaya dari nasi putih karena satu alasan ini.

Ternyata didalam beras merah ada unsur kimia (Arsenik) yang secara alami ditemukan didalam tanah paling banyak dibandingkan beras putih.

Arsenik adalah logam berat yang dapat ditemukan di air, udara, tanah, bahkan makanan. Zat kimia ini sangat berbahaya karena siapa pun bisa terpapar tanpa menyadarinya. Arsenik dibagi menjadi dua jenis, yaitu arsenik organik dan arsenik anorganik. Arsenik organik paling sering digunakan dalam pembuatan insektisida (pemberantas hama) dan herbisida (pembasmi gulma). Sementara itu, arsenik anorganik dalam kadar rendah terkandung dalam tanah, tembaga, bijih timah, dan air.

Riset yang meneliti 128 jenis beras, termasuk beras putih, basmati, dan beras melati, yang diteliti oleh Consumer Reports juga hasil penelitian FDA tahun 2012, dengan total 697 sampel, menyebutkan bahwa beras merah mengandung 80 % arsenik lebih banyak dibanding beras putih, dan faktor geografi sangat berpengaruh terhadap level toksisitas pada arsenik.

Walau proses pencucian beras sebenarnya bisa mengurangi kadar nutrisi di dalamnya, tetapi setelah dicuci, kadar arsenik bisa turun sampai 30 %. Sejauh ini FDA belum menetapkan standar aman kandungan arsenik dalam beras.Tetapi, untuk anak berusia kurang dari 5 tahun tidak disarankan mengonsumsi susu beras sebagai pengganti susu.

Meski memiliki zat berbahaya, nasi merah tetap memiliki beragam manfaat baik bagi tubuh, salah satunya bagi penderita jantung karena kaya nutrisi dan punya sifat protektif.

Diketahui nasi putih dibuat dengan pemurnian yang menghilangkan bagian kulit ari padi, Sedangkan rata-rata beras merah tidak. Melalui proses ini, sebagian besar seratnya hilang, sedangkan nasi merah mengandung lebih dari 4 kali serat nasi putih.

Permurnian yang lebih sedikit pada beras merah juga menyebabkan masih banyak vitamin dan mineral penting lainnya yang tidak terbuang. Nasi merah mengandung hampir 4 kali lebih banyak magnesium dan 2 kali lebih banyak mangan daripada nasi putih.

Karena perbedaan kandungan serat, beras putih memiliki indeks glikemik (GI) lebih tinggi daripada beras merah (ini meningkatkan kadar gula darah lebih cepat). Pola makan yang banyak makanan GI tinggi dapat menimbulkan risiko tingginya terhadap kadar gula darah dan energi.Inilah kenapa beberapa jenis diet mengeluarkan biji-bijian dari menunya, seperti diet paleo.

Akan tetapi, ahli lain menyarankan bahwa asam fitat memiliki sifat protektif terhadap penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Bagi kebanyakan orang sehat, bisa jadi efek negatif potensial dari asam fitat pada penyerapan mineral bisa terjadi.

Jadi kesimpulannya, beras merah bagus untuk penderita jantung, kanker dan diabetes, namun kurang menguntungkan bagi yang tidak punya masalah kesehatan karena adanya kandungan asam fitat tersebut.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....