Penyebab Bercak Putih Di Wajah Dan Cara Menghilangkannya

  • 19 Jul 2024 09:46 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud: Memiliki flek putih di wajah merupakan suatu kondisi yang dapat membuat seseorang menjadi lebih percaya diri. Pengobatan kondisi ini pada dasarnya bergantung pada penyebabnya. Simak penyebab dan cara menghilangkannya pada ulasan berikut ini.

Jenis flek putih pada kulit berbeda-beda, sehingga menghilangkannya memerlukan perawatan yang berbeda-beda. Dikutip dari doktersehat.com, berikut penjelasannya:


1. Pityriasis Alba

Kondisi ini termasuk salah satu jenis eksim, berupa bintik-bintik merah muda, merah muda, bening atau putih (hipopigmentasi). Pityriasis Alba lebih terlihat pada orang berkulit gelap atau setelah terpapar sinar matahari.

Kondisi ini paling banyak dialami oleh anak-anak dan remaja. Apa penyebabnya masih belum diketahui. Bintik putih di wajah biasanya hilang dalam beberapa bulan, namun bisa bertahan hingga beberapa tahun.

Khusus pada penyakit pitiriasis alba, tidak ada cara untuk menghilangkan bercak putih di wajah, namun dokter dapat mengatasi gejala gatal atau rasa tidak nyaman dengan mengoleskan pelembap pada bercak putih tersebut dan menggunakan steroid topikal yang dijual bebas seperti hidrokortison, untuk mengurangi rasa gatal atau kemerahan.


2. Vitiligo

Vitiligo adalah bercak kulit yang kehilangan pigmen kulit. Vitiligo terjadi di seluruh tubuh, termasuk wajah. Sekitar 1% orang di seluruh dunia mengalami kondisi kulit ini. Bintik putih tersebut mungkin tampak kecil dan terkadang tidak menyebar, namun bintik tersebut perlahan menyebar ke sebagian besar tubuh.

Terkadang bintik putih hilang dengan sendirinya, namun hal ini jarang terjadi. Orang-orang dari segala usia dapat mengalami kondisi ini, namun beberapa orang mengembangkan vitiligo sebelum usia 20 tahun. Penyebab bercak putih ini mungkin bersifat genetik, namun anak dengan vitiligo mungkin juga tidak mengalaminya. Beberapa ahli menduga kondisi ini berkembang ketika tubuh menciptakan antibodi melawan melanin dan menghancurkannya.

Menghilangkan flek putih di wajah akibat vitiligo bergantung pada tingkat keparahan kondisinya, antara lain:

- Penderita vitiligo disarankan menggunakan tabir surya dan kacamata saat terkena sinar matahari, karena kulit yang terkena vitiligo lebih mudah terbakar.

- Menggunakan krim kulit berwarna untuk menutupi vitiligo.

- Dokter Anda mungkin juga merekomendasikan krim antiinflamasi, seperti kortikosteroid dosis tinggi, untuk membantu memulihkan pigmen yang hilang. Perlu diketahui bahwa penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan seperti penipisan kulit. Dokter Anda mungkin meresepkan krim antiinflamasi jenis lain.

- Sinar ultraviolet (UV) buatan atau fototerapi dapat digunakan, biasanya selama beberapa bulan.

- Terapi laser juga dapat digunakan untuk merawat area kulit tertentu.


3. Pityriasis Versicolor

Pityriasis versicolor adalah kondisi kulit yang umum, seperti infeksi jamur, yang menyebabkan bercak putih terang atau gelap pada kulit. Kondisi ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja dan terasa gatal, kering, atau bersisik. Terkadang bintiknya kecil dan hanya terlihat saat kulit kecokelatan.

Pityriasis versikolor lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda serta biasanya terjadi pada orang yang tinggal di daerah tropis dan subtropis. Pada saat yang sama, bintik-bintik yang berubah warna bisa hilang di musim dingin di zona beriklim sedang. Pityriasis versicolor dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain cuaca panas dan lembab, kulit berminyak, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan perubahan hormonal. Ada beberapa cara menghilangkan flek putih di wajah dengan cepat. Perawatan bisa memakan waktu beberapa bulan dan tabir surya harus digunakan untuk melindungi kulit dari sinar matahari.

Sementara itu, obat-obatan berikut dapat membantu:

- Antijamur dan losion yang dioleskan ke kulit

- Antijamur untuk membantu mencegah jamur menjadi tidak terkendali

- Obat antijamur yang diresepkan oleh dokter jika pitiriasis versikolor menyebar ke orang lain area tubuh.

Namun, pitiriasis versikolor mungkin dapat muncul kembali bahkan setelah pengobatan, terutama jika Anda bepergian ke daerah beriklim panas dan lembab.


4. Bintik Matahari

Bintik matahari adalah bintik putih dimana pigmen kulit telah hilang. Bintik matahari biasanya tidak menimbulkan gejala, berukuran 1-3 milimeter, dan biasanya muncul pertama kali di kaki, lengan, punggung atas, dan wajah. Penyebab pasti munculnya bintik matahari belum diketahui. Alasannya mungkin karena kurangnya pigmen kulit, mis. melanin, atau genetika.

Bintik matahari biasanya terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun. Di saat yang sama, paparan sinar matahari berlebihan tanpa perlindungan dapat memicu risiko kanker kulit. Bintik matahari biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun jika flek putih tersebut sangat terlihat atau menutupi sebagian besar tubuh, maka lakukanlah cara berikut untuk menghilangkan flek putih di wajah Anda.

- Gunakan tabir surya setiap hari dan tutupi seluruh area kulit yang terkena sinar matahari.

- Hindari paparan sinar matahari dalam waktu lama.

- Hindari penggunaan tanning bed (alat yang membantu kulit Anda terlihat kecokelatan).

- Dermabrasi adalah pengelupasan kulit dengan alat.

- Krim steroid topikal seperti hidrokortison.

- Krim retinoid topikal seperti retinol dan tretinoin.

– Krim steroid dan retinoid yang membantu regenerasi sel dan menghilangkan lapisan luar kulit.


5. Milia

Milia adalah bintik putih kecil yang terlihat jelas dan keras di wajah. Kondisi ini sering disalah artikan dengan jerawat komedo putih. Milia terjadi ketika keratin, protein di lapisan atas kulit, dan komponen sel kulit mati lainnya terperangkap di bawah permukaan kulit. Milia biasanya muncul di sekitar mata, pipi, dan hidung. Milia bisa muncul pada semua usia, baik pada pria maupun wanita. Namun, hal ini paling sering terjadi pada bayi baru lahir dan kondisi ini juga dikenal sebagai bintik susu.

Menghilangkan tahi lalat atau komedo putih biasanya tidak memerlukan pengobatan, namun lakukan tindakan pencegahan berikut:

- Biarkan saja karena millet akan hilang dengan sendirinya.

- Dokter kulit Anda mungkin menyarankan Anda untuk tidak mencubit, mencubit, atau menyodok tahi lalat itu sendiri.

- Jangan sering mengganti krim wajah atau produk lain yang dapat menimbulkan reaksi pada kulit, karena dapat membantu mengatasi flek putih.

- Rawat kulit Anda secara rutin, termasuk menghilangkan kulit mati dengan exfoliant dan tabir surya.

Jika milia tidak sembuh dengan sendirinya, dokter kulit dapat mengatasi kemerahan tersebut dengan menghilangkan kubur berikut:

- Lancing. Seorang dokter kulit menerapkan metode menghilangkan bintik putih di wajah dengan menggunakan jarum tipis untuk menghilangkan keratin.

- Penggunaan krim retinoid. Anda dapat menggunakannya di wajah Anda tetapi tidak di sekitar mata Anda.

- mikrodermabrasi. Ini adalah cara menghilangkan lapisan atas kulit pada area yang terkena milia.

- Merangkak. Perawatan ini mengelupas lapisan permukaan kulit dan dapat menghilangkan milia.

Milia tidak berbahaya dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan seperti nyeri atau nyeri tekan. Jika milia tidak hilang dengan sendirinya atau mengganggu penampilan Anda, konsultasikan dengan dokter kulit mengenai cara menghilangkannya dengan benar.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....