Kenali Jenis Infeksi Jamur yang Berbahaya Bagi Tubuh
- 08 Jul 2024 07:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Infeksi jamur biasanya bisa terjadi ketika organisme jamur masuk ke tubuh dan bertumbuh di dalamnya. Ada berbagai infeksi jamur dengan sebab dan bahaya yang berbeda-beda.
Bahkan, jenis infeksi yang bisa terjadi pada tubuh karena jamur banyak jenisnya, mulai dari yang umum hingga langka terjadi. Oleh karena itu, anda perlu mengetahui beberapa jenis infeksi jamur yang paling mungkin dialami.
Hal itu dilakukan agar anda bisa melakukan pencegahan sejak dini atau sebelum parah. Dirangkum Halidoc, berikut ini rangkuman terkait infeksi jamur, diantaranya:
1. Infeksi jamur kuku (onikomikosis)
Infeksi pertama yakni Onikomikosis, tinea unguium atau infeksi jamur kuku. Infeksi jamur kuku adalah berbagai nama dari jenis infeksi jamur yang cukup umum.
Walaupun lebih sering seseorang alami pada jari kaki, penyakit ini juga dapat menyerang buku-buku jari dan tangan. Penyebab dari masalah ini bisa dari berbagai jamur yang ada di lingkungan dan masuk ke kulit sekitar kuku.
Siapa saja bisa mengalami onikomikosis, meski ada beberapa hal yang meningkatkan kemungkinan infeksinya. Faktor risikonya antara lain lansia, luka pada kuku, diabetes, imun sistem yang lemah.
Serta juga infeksi jamur pada bagian tubuh lain. Gejala yang mungkin kamu alami antara lain kuku yang berubah warna, menebal, atau menjadi rapuh.
2. Candidiasis vaginal
Kedua adalah jenis jamur bernama candida dapat menyebabkan infeksi bernama candidiasis. Faktanya, ada banyak tempat infeksi ini bisa menyerang.
Salah satunya yang sering terjadi adalah di area vagina. Risiko infeksi ini bisa meningkat jika seseorang mengalami perubahan pada hormon, sistem imun, atau penggunaan obat.
Beberapa gejala juga kemungkinan terjadi yaitu rasa gatal di vagina, rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksua. Atau bisa juga saat buang air kecil, dan juga keputihan yang banyak.
Berita baiknya, kondisi ini umumnya tidak parah. Cara untuk mencegah kondisi ini adalah menggunakan celana dalam dari bahan katun sehingga risiko infeksi berkurang.
3. Infeksi jamur kulit ringworm
Ketiga adalah Ringworm atau sebutan biasa untuk jenis infeksi jamur yang umum terjadi. Infeksi ini bernama ringworm karena bisa menyebabkan ruam kulit berbentuk lingkaran seperti cincin.
Jamur penyebab kondisi ini bisa hidup di kulit dan permukaan barang-barang di rumah seperti pakaian, handuk, dan seprai. Selain ruam kulit, infeksi ini juga memiliki gejala kulit gatal, kemerahan, dan juga pecah-pecah.
Pada individu tertentu, infeksi jamur ini juga bisa menyebabkan rambut rontok. Biasanya, pengidap akan merasakan gejalanya sekitar beberapa hari sampai dua minggu setelah jamur masuk ke kulit.
4. Candidiasis oral
Lalu yang keempat adalah Jjmur jenis candida. Yang mana juga menyebabkan infeksi pada bagian tubuh lain, seperti mulut, tenggorokan, dan juga esophagus.
Ketika jamur ini berada di tempat lembap seperti di dalam mulut, ia bisa berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Gejala yang bisa pengidapnya alami yaitu bintik-bintik putih di pipi bagian dalam, langit-langit mulut, dan lidah.
Biasanya, pengidap juga bisa mengalami kesulitan merasakan makanan dan menelannya. Pada kasus tertentu, penyakit ini bisa terdapat kemerahan dan pecah-pecah pada ujung bibir.
5. Kromoblastomikosis
Infeksi kelima juga bisa mengalami infeksi jamur di bawah permukaan kulit. Biasanya, ini terjadi ketika jamur masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka.
Salah satu jenisnya adalah kromoblastomikosis. Jenis infeksi jamur ini menyebabkan infeksi kulit yang kronis.
Biasanya, infeksi ini lebih sering terjadi di negara tropis atau subtropis seperti Madagaskar dan Brazil. Umumnya, gejala paling terlihat adalah bintik-bintik kemerahan atau keabu-abuan yang membesar seiring waktu.
Cara penanganan yang dokter biasanya sarankan adalah dengan konsumsi obat itraconazole, dan flusitosin. Obat tersebut khasiatnya untuk menghindari infeksi semakin parah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....