6 Cara Hadapi Anak Trauma Makan

  • 06 Jul 2024 19:44 WIB
  •  Bengkulu

Trauma makan pada anak, kerap terjadi karena 3 penyebab, yaitu :

1. Masalah sensori. Anak bisa saja memiliki reflek atau sensitif berlebih terhadap suatu jenis bentuk makanan. Tetap perkenalkan aneka tekstur dengan cara perlahan dan menyenangkan, misalnya dengan sensory play.

2. Pengalaman makan. Kejadian setelah makan yang tidak mengenakkan bisa membuat si kecil tutup mulut. Bentakan ketika si kecil tidak menghabiskan makan. Ancaman ketika si kecil tidak mau makan. Seluruh hal negatif yang diasosiasikan dengan makan bisa berisiko menyebabkan anak trauma makan.

3. Kepercayaan anak. Contoh yang paling erat di orang Indonesia, misal mengatakan “jengkol itu bau, tidak enak” padahal anak belum tentu berpendapat sama, tapi anak terbawa-bawa ingatan tersebut dari orangtuanya/orang yang menanamkan pikiran tersebut. Hal ini bisa menurunkan minat anak mencoba makanan baru

Berikut beberapa cara mengatasi trauma makan pada anak:

1. Orang tua bisa mengasosiasikan makan dengan kegiatan positif. Misal: membacakan buku tentang makan, membuat suasana menyenangkan saat makan, bernyanyi tentang makanan, buat makan menjadi kegiatan yang happy dan ditunggu-tunggu

2. Biarkan anak eksplorasi makanan. Di fase mengenalkan makanan mungkin anak menggunakan tangan kiri. Jangan terlihat kaget atau tampak marah. Tidak perlu juga berkali-kali melarang anak menggunakan tangan kiri, karena anak masih pada tahap eksplorasi. Anak yang lepeh dan sembur makanan juga bagian dari fase eksplorasi, cukup diberi pengertian pelan saja & tidak bereaksi berlebihan karena anak akan merasa disalahkan dan penuh kritikan di masa eksplorasinya ini.

3. Libatkan anak di proses menyiapkan makanan. Misal melumuri ikan dengan bumbu kuning, memetik bayam. Kegiatan ini merangsang sensorinya sekaligus bonding dengan orang tua dan mengenalkan anak pada proses masak

4. Jangan memaksa anak. Jika orang tua sudah pada tahap clueless, bisa ke tenaga profesional untuk langsung mendapatkan bantuan terkait makan anak.

5. Kenalkan beragam makanan (bervariasi) untuk anak. Hal ini dikarenakan anak mudah merasa bosan dan memiliki keingintahunan yang tinggi.

6. Jika anak trauma makan, ganti suasana makannya. Misal, biasa makan di high chair, diganti dengan lesehan. Serta usahakan dalam mengatasi trauma makan pada anak, tidak melibatkan screentime karena tidak menyelesaikan akar masalah.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....