Gangguan Kecemasan, Penyakit Mental Yang Harus Diperhatikan

  • 01 Jul 2024 10:35 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Gangguan kecemasan adalah salah satu penyakit mental yang masih dipandang remeh oleh hampir semua orang, sekalipun rasa cemas menjadi salah satu isyarat tubuh yang normal terjadi bagi manusia. Anxiety atau cemas biasanya dirasakan seseorang saat menghadapi situasi tertentu, seperti ujian, wawancara, penampilan didepan publik atau saat mengambil sebuah keputusan penting. Memang mrasa cemas merupakan hal normal. Namun, rasa cemas yang muncul secara sering atau berlebihan bisa jadi tanda gangguan kecemasan. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis dan gejala gangguan kecemasan.

Dilansir dari alodokter.com, gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan mental yang serius. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya masalah pada fungsi otak yang mengatur rasa takut dan emosi.Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih berisiko terkena gangguan kecemasan, yaitu:

Pengalaman negatif yang menyebabkan stres atau trauma psikologis

Keturunan, Gangguan kepribadian, Efek samping obat atau zat tertentu, termasuk kafein dan narkoba, Penyakit tertentu, seperti gangguan irama jantung dan penyakit tiroid.

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan

Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, yaitu gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, serta gangguan kecemasan umum atau menyeluruh (GAD). Berikut ini adalah gejala gangguan kecemasan sesuai jenisnya:

1. Gangguan panik

Penderita gangguan panik akan mengalami serangan panik secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa alasan yang jelas. Frekuensi dan tingkat keparahannya pun bervariasi. Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul saat terjadi gangguan panik:

Berkeringat

Palpitasi (berdebar-debar)

Dada terasa sesak atau tersedak

Nyeri dada kanan maupun kiri

Merasa seperti mengalami serangan jantung

Ketakutan

Gemetar

Merasa seperti tidak berdaya

Seseorang dengan gangguan panik merasa seperti akan diserang kapan saja dan di mana saja. Gangguan panik biasanya berlangsung kurang dari 10 menit, tetapi ada juga yang berlangsung hingga satu jam atau lebih.

2. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial merupakan rasa cemas atau takut yang luar biasa terhadap situasi sosial atau interaksi dengan orang lain, baik sebelum, sesudah, maupun selama berada dalam situasi tersebut.

Orang dengan gangguan kecemasan sosial akan merasa takut untuk mengatakan atau melakukan sesuatu di depan orang lain atau di tempat umum, karena menganggap hal tersebut akan mempermalukan mereka. Beberapa gejala gangguan kecemasan sosial adalah:

Merasa takut atau enggan untuk berinteraksi dan menyapa orang lain, terutama orang yang tidak dikenal

Memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah

Menghindari bertatapan mata dengan orang lain

Merasa takut dikritik atau dihakimi orang lain

Merasa malu atau takut untuk bepergian ke luar rumah atau berada di tempat umum

Gangguan kecemasan sosial berbeda dengan perasaan malu biasa. Orang yang pemalu umumnya masih bisa melakukan interaksi sosial atau berkomunikasi dan menjalani aktivitas sehari-hari, meskipun mungkin akan merasa malu jika harus bertegur sapa atau diajak berkenalan dengan orang lain.

Jika rasa malu atau takut berinteraksi dengan orang lain dirasakan sangat ekstrim, hingga menyebabkan kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan bersosialisasi, maka kondisi ini perlu mendapatkan pertolongan medis dari psikiater atau psikolog.

3. Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD)

Jenis gangguan kecemasan ini membuat penderitanya merasakan cemas secara berlebihan yang menetap dalam waktu lama, biasanya hingga lebih dari 6 bulan. Penderita GAD akan sangat mengkhawatirkan banyak hal, misalnya keuangan, kesehatan, atau pekerjaan.

Seseorang yang menderita gangguan kecemasan umum biasanya tidak bisa fokus pada suatu hal, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa merasa santai. Pada beberapa kasus, rasa cemas ini bisa begitu berat hingga menimbulkan depresi.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita gangguan kecemasan umum:

Gemetar dan keringat dingin

Otot tegang

Pusing dan sakit kepala

Mudah marah

Susah tidur

Dada berdebar-debar

Sering merasa lelah

Sesak napas

Sering ingin buang air kecil

Tidak nafsu makan

Pengobatan untuk gangguan kecemasan umum bisa ditempuh dengan dua cara, yakni melalui psikoterapi dan pemberian obat-obatan psikotropika atau obat penenang.

Selain obat dan penanganan medis, ada juga cara alami untuk mengurangi gejala gangguan kecemasan. Contohnya adalah dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung ashwagandha.

Ashwagandha merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki khasiat untuk meredakan gejala dari gangguan mental, termasuk gangguan kecemasan bahkan depresi. Cara kerjanya dengan adalah membantu menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) yang ada dalam diri kita, sehingga kita akan merasa lebih tenang, tidak cemas, dan bisa tidur dengan baik.

Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, gangguan kecemasan dapat berdampak buruk dan mengurangi kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, jika Anda mengalami rasa cemas yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....