Manakah Yang Lebih Sehat? Gula Batu atau Gula Pasir

  • 03 Jul 2024 16:36 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak: Ada beberapa gula di pasaran, salah satunya adalah gula batu. Jenis gula ini anggap lebih sehat daripada gula pasir karena rasanya tidak terlalu manis. Benarkah? Simak jawabannya dalam ulasan berikut ini, di kutip dari hallosehat.com.

Apakah gula batu lebih sehat dari gula pasir?

Gula batu tidak bisa dikatakan lebih sehat dibandingkan dengan gula pasir. Hal ini karena keduanya sama-sama terbuat dari tebu atau bit gula yang diproses berbeda. Kandungan sukrosanya juga tidak jauh berbeda. Gula pasir mengandung 99,98 gram sukrosa, sedangkan gula batu mengandung 99,7 gram sukrosa.

Walaupun proses pengolahan gula batu lebih “alami” dan karenanya dinilai lebih sehat, kenyataannya dari segi kandungan gizi, tidak ada perbedaan signifikan antara gula batu dan gula pasir.

Baik gula batu maupun gula pasir adalah sumber glukosa yang tinggi. Menurut Havard Medical School, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Di beberapa budaya, gula batu memang sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan sakit tenggorokan atau sebagai bahan campuran dalam minuman herbal.

Namun, manfaat kesehatan ini lebih terkait dengan bahan herbal lainnya daripada gula itu sendiri.

Perbandingan gula batu vs gula pasir

Baik gula batu maupun gula pasir keduanya merupakan bentuk sukrosa. Akan tetapi, ada beberapa perbedaan dalam hal pembuatan, tekstur, penggunaan, dan kandungan yang mungkin memengaruhi penggunaannya.

Berikut adalah beda gula batu dan gula pasir yang utama.

1. Proses pembuatan

Gula pasir dibuat melalui proses pemurnian yang melibatkan pemanasan jus tebu atau bit gula, penghilangan kotoran, dan kristalisasi. Hasilnya berupa butiran gula halus dan putih.

Sementara itu, gula batu terbuat dari larutan gula panas yang kemudian didinginkan tersebut secara perlahan sehingga membentuk kristal besar dan keras. Proses ini lebih alami dan minim pengolahan dibandingkan dengan gula pasir.

2. Penggunaan

Gula pasir digunakan secara luas dalam berbagai kuliner, seperti dalam pembuatan kue, permen, minuman, dan masakan.

Karena mudah larut, gula pasir sering digunakan untuk pemanis cepat larut dalam minuman panas atau dingin.

Gula batu juga digunakan dalam minuman seperti teh atau kopi, dan kadang-kadang dalam masakan tradisional tertentu

Karena larut lebih lambat, gula batu memberikan rasa manis yang bertahap dan bisa digunakan sebagai pemanis yang memberikan visual menarik dalam minuman.

3. Kemurnian sukrosa

Kandungan sukrosa gula pasir sangat tinggi, hampir 100% sukrosa murni.

Proses pemurnian yang lebih kompleks dapat meninggalkan sedikit residu bahan kimia meskipun dalam jumlah yang sangat kecil.

Gula batu memiliki kandungan sukrosa yang tinggi, tetapi proses kristalisasinya lebih lambat sehingga menghasilkan produk gula yang lebih murni dengan sedikit residu.

Oleh karena itu, gula batu sering dianggap lebih alami karena proses pembuatannya yang sederhana.

4. Rasa dan tekstur

Gula pasir memiliki rasa manis yang bersih dan konsisten. Teksturnya pun halus, seragam, dan mudah larut dalam cairan.

Beberapa orang merasakan bahwa gula batu memiliki rasa yang sedikit berbeda atau lebih “murni” meskipun lebih pada persepsi daripada perbedaan kimiawi yang nyata.

Gula batu juga berbentuk kristal besar, keras, dan transparan. Jenis gula ini larut lebih lambat dalam cairan dibandingkan gula pasir.

Dapat disimpulkan bahwa gula batu vs gula pasir, dari segi kandungan zat gizi tidak memiliki perbedaan signifikan. Keduanya sebagian besar tersusun atas sukrosa dan memberikan jumlah kalori yang sama.

Maka dari itu, sebaiknya Anda tetap menjaga jumlah asupan gula yang direkomendasikan yaitu 50 gram per harinya, baik gula pasir maupun gula batu.

Pasalnya, konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....