Implikasi Kesehatan Hubungan Suami Istri Saat Haid
- 02 Jul 2024 07:57 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Hubungan suami istri merupakan salah satu aspek penting dalam pernikahan dalam Islam. Namun, terdapat kondisi tertentu di mana hubungan seksual perlu dihindari, salah satunya saat istri sedang haid.
Ustazah Ai Judiyyah Fahmi dalam Program Mutiara Pagi RRI beberapa waktu lalu mengatakan haid adalah kondisi yang dianggap kotor dalam Islam, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 222.
"Dalam ayat tersebut, umat Muslim dilarang mendekati istri yang sedang haid hingga mereka suci kembali. Larangan ini tidak hanya memiliki dasar teologis, tetapi juga medis," ucap Ustazah Ai.
Dari sudut pandang medis, berhubungan suami istri saat haid dapat meningkatkan risiko infeksi. Rahim yang sedang haid menjadi lebih rentan terhadap bakteri, yang bisa menyebabkan infeksi serius pada kedua pasangan. Selain itu, hubungan seksual saat haid juga dikaitkan dengan peningkatan risiko endometriosis dan kanker serviks.
Ustazah Ai juga menjelaskan bahwa dari segi hukum Islam, hubungan suami istri saat haid dilarang. "Haid dianggap sebagai waktu bagi wanita untuk beristirahat dari ibadah tertentu seperti salat dan puasa. Selain itu, wanita yang sedang haid juga tidak boleh memegang atau membaca Alquran dan duduk di masjid," katanya.
Lebih lanjut, Ustazah Ai menyarankan agar suami istri saling memahami dan menghormati kondisi ini. Suami diharapkan dapat memberikan dukungan emosional dan pengertian terhadap perubahan hormon yang dialami istri selama haid. Pengertian ini penting karena wanita mungkin mengalami perubahan emosi yang signifikan, seperti mudah marah atau sedih.
Kesimpulannya, larangan hubungan suami istri saat haid tidak hanya berakar dari ajaran agama tetapi juga didukung oleh pandangan medis. Menghormati aturan ini tidak hanya menjaga kesehatan fisik tetapi juga keharmonisan hubungan suami istri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....