Mengenal Apa Itu 'Broken-Heart Syndrome'
- 28 Jun 2024 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Mendengar dari nama penyakit ini, banyak orang mengidentikkanya dengan penyakit akibat patah hati. Lalu, apa itu Broken-Heart Syndrome?
Broken-Heart Syndrome atau disebut Kardiomiopati Takotsubo adalah kondisi sesaat yang mempengaruhi fungsi jantung. Di mana ketika bagian dari jantung sementara melemah dan tidak dapat memompa darah secara efektif.
Tidak seperti serangan jantung, sindrom ini tidak disebabkan oleh penyumbatan arteri coroner. Tetapi oleh respon jantung terhadap lonjakan hormon stress.
Lalu apa penyebab dan pemicunya?
Dilansir website Yankes Kemenkes, faktor risiko untuk terjadinya sindrom ini meliputi kekerasan dalam rumah tangga. Kematian kerabat, bencana alam, kecelakaan atau trauma berat.
Bisa juga terjadi karena pertengkaran, obat stimlan seperti kokain, amfetamin, atau bahkan kejadian positif dalam hidup. Hal baik pun bisa menjadi penyebabnya, yang disebut sindrom jantung gembira.
Dalam studi Intenational Takotsubo Regisstry (konsorium dari beberapa pusat di Eropa dan Amerika yang terdiri dari 1.750 pasien). Sekitar 88,9 persen pasien yang terkena adalah perempuan, dan usia rata-rata adalah 66 tahun.
Namun, pria juga mungkin memiliki prognosis yang lebih buruk jika terkena. Meskipun Broken-heart syndrome sering dianggap sebagai kondisi jantung yang relatif ringan.
Ternyata dapat menyebabkan komplikasi serius seperti syok jantung. Serta tingkat kematian yang sebanding dengan sindrom coroner akut atau serangan jantung.
Pencegahan Broken Heart Syndrome terutama berkaitan dengan manajemen stress dan kesehatan emosional. Penting untuk meningkatkan strategi coping yang sehat.
Anda juga diminta mencari dukungan ketika menghadapi stress emosional yang berat. Olahraga teratur, diet sehat, dan tidur yang cukup juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....