Bikin Kurus, Inilah Lima Fakta tentang Sabu

  • 26 Jun 2024 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Penyalahgunaan narkoba bukanlah menjadi sesuatu yang baru di Indonesia. Bahkan, sejak tahun 90-an, penggunaan narkoba di kalangan anak muda semakin marak.

Hal ini disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua dan pengaruh lingkungan. Berbeda dengan sekarang, dulu akses mendapatkan obat-obatan terlarang masih mudah didapatkan.

Dikutip dari laman resmi BNN, narkoba yang paling banyak digunakan di kalangan anak muda adalah ganja dan sabu. Karena, kedua barang tersebut memiliki harga yang sangat terjangkau.

Tidak jarang juga anak muda yang menggunakan narkoba sebagai stimulan agar merasakan rasa senang. Salah satunya adalah sabu yang memiliki efek tersebut.

Selain memberikan rasa senang, sabu juga digunakan oleh anak muda sebagai jalan keluar menurunkan berat badan. Namun, benarkah sabu membuat pemakainya menjadi kurus?

Berikut lima fakta tentang sabu. Simak ulasannya di bawah ini:


1. Membuat kencanduan

Apapun yang bikin candu tidak akan pernah baik bagi kesehatan. Efek candu ini disebabkan oleh saraf otak yang terpengaruh oleh zat tertentu.

Otak akan mengeluarkan senyawa dopamin (hormon pengendali emosi). Efek inilah yang membuat pemakainya terus-menerus ingin menggunakan sabu.

Pengaruh inilah yang kemudian membuat pemakainya sulit berhenti. Cukup sulit menemukan cara khusus, untuk bisa menghentikan pemakaian narkoba jenis ini.


2. Bisa terkena penyakit berbahaya

Sabu berbeda dengan kebanyakan jenis narkoba yang pemakaiannya dihirup atau ditelan. Sabu, adalah salah satu jenis narkoba yang cara pakainya disuntikkan ke dalam tubuh.

Pada kemunculannya, sabu dianggap salah satu jenis narkoba paling 'keren' karena bisa membuat pemakainya merasa bahagia. Meskipun bisa membuat pemakainya terlihat bahagia, sabu termasuk jenis narkoba yang bisa membuatmu terjangkit virus berbahaya.

Virus berbahaya tersebut dapat menimbulkan lenyakit adalah AIDS, hepatitis B, dan hepatitis C. Sabu juga sabu membuat pemakainya tidak bisa berpikir jernih, sehingga bisa melakukan hal di luar keinginan.


3. Perubahan pada tubuh dalam jangka pendek

Setiap jenis narkoba pasti mempunyai efek tersendiri di dalam tubuh pemakainya. Termasuk narkoba berjenis sabu itu sendiri.

Dari dulu, sabu dikenal bisa menurunkan berat badan. Jenis narkoba yang satu ini juga sering dipakai oleh artis besar untuk menurunkan berat badan.

Efek yang ditimbulkan adalah hilangnya nafsu makan ekstrem, sehingga pemakainya bisa bertahan tidak makan selama berhari-hari. Inilah yang membuat tubuh berat badan pemakai mengalami penurunan drastis.


4. Dapat merusak mental

Selain membuat kesehatan fisik terganggu, pemakai sabu akan kehilangan akal dan pikirannya. Inilah yang kemudian membuat pemakai sabu cenderung melakukan hal-hal di luar nalar, termasuk membunuh.

Bahaya sabu seperti “lingkaran setan”. Berbagai gangguan bisa terjadi, apabila si pemakai menghentikan pemakaian atau mengurangi dosisnya (sakau).


5. Kerusakan fungsi otak dan berujung kematian

Tidak selamanya pengguna narkoba akan menggunakan dosis yang sama dalam menggunakan obat terlarangnya. Biasanya, ada fase si pemakai akan merasa ingin menaikan dosisnya sabu, walaupun risiko terberatnya adalah overdosis.

Efek overdosis sabu dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, gangguan pada organ lain, hingga menimbulkan kematian. Jika sedari awal si pemakai sudah mengalami beberapa gangguan kesehatan, biasanya efek samping tersebut akan berjalan lebih cepat.

Oleh karena itu, yuk sama-sama jauhi narkoba dari hidup kita. Masih ada banyak cara lain yang lebih sehat untuk mencari kebahagiaan, dan ketenangan.

Mari sama-sama jalankan pola hidup sehat. Selamat Hari Anti Narkoba Sedunia!


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....