Penyebab Ngorok dan Cara Mengatasinya
- 18 Jun 2024 22:01 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Aceh Singkil : Mengorok atau Mendengkur adalah suara yang ditimbulkan saat tidur karena adanya getaran jaringan pada saluran udara bagian atas. Mendengkur biasa terjadi pada > 3% anak-anak dan 32% dewasa. Seiring bertambahnya usia, timbulnya dengkuran saat tidur akan makin meningkat hingga hampir 50% manusia di atas 60 tahun mengalami hal tersebut. Umumnya, dengkuran lebih banyak terjadi pada saat menghirup napas.
Melansir wikipedia.com, timbulnya dengkuran merupakan salah satu gejala sindrom obstruktif apnea saat tidur. Pasien yang menderita sindrom tersebut akan mendengkur dengan keras terus-menerus karena mengalami henti napas saat tidur akibat jalan napas yang tersumbat.
Meskipun demikian, sebagian penderita obstruktif apnea ada pula yang tidak mengalami dengkuran karena saluran udara mereka tidak beresonansi. Hal ini terutama terjadi pada pasien yang telah melakukan prosedur bedah saluran udara bagian atas untuk memperketat jaringan lunak didaerah tersebut. Selain kecurigaan adanya obstruktif apnea, orang yang mendengkur memiliki risiko lebih besar untuk terkena penyakit pembuluh darah.
Kebiasaan mengorok saat tidur sebaiknya dihentikan dengan segera. Berikut ini adalah cara agar tidak ngorok yaitu:
1. Menjaga Kebersihan Kamar
Menjaga kebersihan kamar rupanya bisa memengaruhi kualitas tidur dan mengatasi kebiasaan mengorok saat tidur. Kamar kotor dapat menimbulkan berbagai alergen yang berpotensi menyebabkan penyempitan saluran pernapasan akibat reaksi alergi. Akibatnya tubuh akan berusaha untuk mendapatkan oksigen yang cukup yaitu dengan bernapas melalui hidung dan mulut. Hal inilah yang dapat menyebabkan mengorok saat tidur.
2. Meningkatkan Kualitas Tidur
Kondisi tubuh yang lelah membuat seseorang tidur lebih nyenyak, sehingga membuat otot-otot seluruh tubuh, termasuk otot lidah dan tenggorokan, menjadi lebih rileks. Hal tersebut dapat menyebabkan posisi lidah ke belakang dan menghalangi jalan nafas sehingga timbul suara dengkuran saat tidur.
3. Mengubah Posisi Tidur
Tidur terlentang diketahui berpotensi menyebabkan seseorang mendengkur. Dalam posisi terlentang, lidah cenderung tertarik ke belakang dan mendekati kerongkongan. Hal tersebut menyebabkan jalan udara menjadi lebih sempit dan menghalangi sebagian aliran udara yang masuk. Hasilnya, muncul suara ngorok saat tidur. Untuk itu, tidur dengan posisi miring dapat dilakukan sebagai salah satu cara menghilangkan ngorok.
4. Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Kebutuhan cairan tubuh yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan lendir pada hidung dan langit-langit mulut menjadi lebih kental, sehingga dapat menjadi pemicu dengkuran saat tidur. Maka dari itu, selalu cukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya dengan mengonsumsi kurang lebih 2 liter air per hari. Hindari mengonsumsi olahan produk susu sebelum tidur karena dapat memicu produksi lendir menjadi lebih kental.
5. Rutin Berolahraga
Rutin berolahraga dapat meningkatkan kualitas tidur dan menjaga berat badan ideal. Di mana hal tersebut merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mendengkur selama tidur.
6. Mandi Air Hangat
Mandi air hangat dapat membantu membuka saluran pernapasan sehingga kebiasaan ngorok akan berkurang. Menghirup uap hangat selama beberapa menit sebelum tidur juga dapat mengurangi kemungkinan mendengkur saat tidur.
7. Berhenti Merokok
Rokok dapat menyebabkan luka pada membran yang terdapat di hidung dan tenggorokan, di mana hal ini berisiko menghalangi jalannya napas dan menimbulkan dengkuran ketika tidur.
8. Konsultasi ke Dokter
Segera konsultasikan keluhan Anda dengan dokter apabila kebiasaan mengorok tak kunjung hilang dan semakin mengganggu kualitas tidur. Pasalnya, kebiasaan ngorok yang berlebih perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu tanda penyakit.
(Sumber:siloamhospitals.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....