Manfaat Tanaman Legundi, Akar hingga Buahnya Berkhasiat!
- 06 Jun 2024 12:10 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Aceh Singkil :Tanaman legundi (Vitex trifolia L.) adalah tanaman semak yang tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, seperti India, Sri Lanka, China, Filipina, Australia utara, dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, tanaman ini tumbuh liar dan jarang dimanfaatkan. Padahal, tanaman legundi memiliki segudang khasiat kesehatan dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, seperti ayurveda.
Hampir semua bagian tanaman legundi, mulai dari akar, batang, daun, buah, dan bunganya, dapat digunakan sebagai obat. Tanaman ini dipercaya dapat membantu mengobati peradangan hingga digunakan sebagai insektisida alami. Apa saja manfaat tanaman legundi? Simak daftarnya berikut.
1. Mengobati infeksi jamur
Dalam pengobatan tradisional, daun legundi telah banyak dimanfaatkan untuk mengobati infeksi jamur, seperti kurap (tinea corporis) atau biasa disebut dengan ringworm infection. Ini dilakukan dengan cara menghancurkan daunnya hingga lumat, kemudian diberi campuran ghee atau minyak samin. Campuran tersebut dioleskan pada area yang mengalami infeksi.
Selain itu, tanaman legundi juga memiliki zat antifungal (antijamur). Senyawa ini dapat menghambat beberapa pertumbuhan jamur, khususnya genus Trichoderma dan Aspergillus. Namun, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memahami efek tersebut.
2. Mengobati penyakit kusta
Menurut laporan dari Research Journal of Pharmaceutical Biological and Chemical Sciences pada 2020, daun dan akar tanaman legundi juga bermanfaat untuk mengobati masalah kulit, seperti kusta. Daunnya biasanya dicerna bersama madu. Selain itu, daun atau akarnya juga bisa diaplikasikan secara topikal di area yang terkena.
3. Meredakan nyeri sendi
Ekstrak daun dari tanaman legundi juga dipercaya dapat meredakan nyeri sendi atau linu panggul. Menurut studi yang dimuat dalam jurnal Traditional Medicine pada 2015, daun tanaman ini mengandung banyak fitokimia, seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang bisa membantu mengurangi rasa nyeri dan reumatik. Biasanya, aplikasinya diberikan secara oral.
4. Mengurangi peradangan
Secara tradisional, tanaman legundi juga banyak digunakan sebagai pengobatan untuk mengurangi peradangan. Peradangan merupakan proses alami pertahanan tubuh terhadap cedera dan infeksi. Akan tetapi, ini bisa berbahaya jika berlebihan. Tanaman legundi populer digunakan sebagai obat antiradang yang dimediasi kekebalan, seperti radang usus, rheumatoid arthritis, dan psoriasis.
5. Melindungi hati dari kerusakan
Berdasarkan uji laboratorium, tanaman legundi juga dapat melindungi hati dari kerusakan. Dilansir jurnal Journal of Ethnopharmacology pada 2009, ekstrak air dan etanol daun legundi menunjukkan aktivitas hepatoprotektif (pelindung hati) dari karbon tetraklorida (CCl4). Senyawa tersebut dapat menyebabkan kerusakan hati.
6. Memiliki aktivitas antikanker
Tanaman legundi juga dilaporkan memiliki aktivitas antikanker. Dalam pengujian beberapa senyawa yang terdapat pada tanaman ini, legundi diketahui memiliki efek antiproliferasi pada sel kanker. Efek ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel kanker dengan menginduksi apoptosis (kematian sel) dan menghambat siklus sel.
7. Antioksidan
Di antara sekian banyak senyawa potensial dalam tanaman legundi, terdapat juga antioksidan berupa asam askorbat atau dikenal dengan vitamin C. Senyawa ini dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Secara umum, vitamin C juga terlibat dalam menjaga kekebalan tubuh, mengatasi masalah kulit, dan penyembuhan luka.
8. Sebagai insektisida alami
Mengutip dari artikel ilmiah berjudul “Essential Oils Activity of Legundi Leaf (Vitex trifolia L.) as A Repellant for Rice Weevil (Sitophilus oryzae)" pada 2022, daun tanaman legundi mengandung minyak asiri yang tersusun dari seskuiterpen, terpenoid, flavonoid, glikosida flavonoid, dan beberapa senyawa lainnya. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antiserangga dan antinyamuk. Oleh sebab itu, tanaman ini juga banyak dimanfaatkan sebagai repelan untuk mengusir nyamuk dan hama. (Sumber : Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....