Bahaya Dibalik Si Lentik yang Palsu
- 02 Jun 2024 09:08 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Sebagian wanita menyukai bulu mata yang panjang serta lentik. Untuk itu mereka melakukan segala upaya salah satunya dengan tanam bulu mata palsu atau extension.
Tanam bulu mata adalah solusi semi permanen untuk membuat bulu mata terlihat indah dan bervolume tanpa maskara. Tidak seperti bulu mata palsu sementara, tanam bulu mata dilakukan dengan menempelkan bulu ekstensi langsung ke bulu mata alami, satu per satu.
Tanam bulu mata dirancang untuk tetap utuh selama siklus pertumbuhan rata-rata bulu mata alami, yakni sekitar enam minggu hingga dua bulan. Namun, sebelum Anda ingin melakukan tanam bulu mata, sebaiknya Anda mengetahui risiko dan efek samping yang mungkin terjadi dikutip dari berbagai sumber :
1.Reaksi alergi dan iritasi munculnya ruam, nyeri, rasa gatal perih hingga iritasi. Efek ini mungkin muncul karena penggunaan lem yang mengandung bahan formaldehida atau bahan kimia lain yang menyebabkan alergi pada area mata
2. Alergi dan iritasi bisa menyebabkan luka pada area mata. Selain itu, lem serta bulu mata yang digunakan rentan terhadap paparan bakteri. Jika hal tersebut terjadi, bagian depan mata akan mengalami peradangan. Peradangan yang cukup parah bisa menyebabkan gangguan penglihatan. Untuk menghindari risiko satu ini, kamu harus memilih tenaga ahli yang profesional.
3. Kerontokan bulu mata bisa terjadi sementara maupun permanen. Kondisi tersebut terjadi bila setelah penanaman kamu menyentuh, menggosok bahkan menarik bulu mata setelah proses penyulaman. Jadi sebaiknya tahan keinginan kamu untuk menyentuh bulu mata, selepas penyulaman.
4. Risiko kehilangan bulu mata asli ini terjadi jika kamu terlalu sering menggunakan bulu mata extension sehingga folikel rambut menjadi rusak. Padahal folikel rambut berperan untuk menumbuhkan serta memelihara bulu mata. Jadi sebisa mungkin hindari tanam bulu mata terlalu sering.
Orang dengan kondisi kulit tertentu mungkin tidak boleh melakukan tanam bulu mata kecuali dokter telah menyetujui prosedur sebelumnya. Jadi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum menjalani prosedur ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....