Kenali Gejala TBC dan Cara Pencegahan Penularannya
- 18 Mei 2024 09:26 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Berdasarkan data yang dirilis Global TB Report Tahun 2023, diperkirakan terdapat sebanyak 1.060.000 kasus baru TBC di Indonesia, sekitar 30.000 di antaranya merupakan kasus TBC resisten obat. Pada tahun lalu, Indonesia berhasil menemukan sekitar 821.000 kasus TBC baru, atau sekitar 78 persen dari laporan Global TB Report.
Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Tuberkulosis sering disingkat TB atau TBC, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan organ tubuh yang diserang biasanya adalah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung.
Penularan atau penyebaran terjadi ketika seseorang menghirup bakteri TB yang tersebar di udara saat penderita TB batuk atau bersin tanpa menutup mulut, menghasilkan percikan dahak atau droplet yang membawa bakteri tersebut.
Bakteri akan memasuki sistem pernapasan dan menyebar ke paru-paru, kemudian dapat menjangkiti bagian tubuh lainnya. Respon sistem kekebalan tubuh akan muncul sekitar 6-14 minggu setelah terjadi infeksi.
Gejala TBC
Gejala utamanya, batuk yang berlangsung terus-menerus, baik dengan dahak atau tanpa dahak. Gejala lainnya termasuk demam dan rasa tidak enak badan yang berkepanjangan, kesulitan bernapas dan nyeri di dada, penurunan berat badan, terkadang dahak yang berdarah saat batuk, berkurangnya nafsu makan, serta berkeringat di malam hari tanpa aktivitas yang berlebihan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara Melakukan Pencegahan Penularan TBC
1. Hindari kontak dengan penderita TBC
Karena tuberkulosis adalah penyakit menular, penting untuk menjauhi kontak dengan individu yang terinfeksi. Jika memiliki teman atau anggota keluarga yang terkena, pastikan untuk menjaga jarak terutama saat mereka batuk atau bersin.
2. Memakai Masker
Apabila berada di lingkungan umum, terutama di tempat dengan banyak orang seperti transportasi umum atau pasar, disarankan untuk menggunakan masker guna mengurangi kemungkinan terpapar Mycobacterium tuberculosis.
3. Menjaga Daya Tahan Tubuh
Menjaga daya tahan tubuh yang kuat dapat membantu melawan infeksi tuberkulosis. Penting untuk menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mendapatkan istirahat yang cukup.
4. Tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.
5. Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya dengan sering membuka pintu dan jendela agar udara segar serta sinar matahari dapat masuk.
6. Vaksin BCG
Vaksin BCG menjadi bagian dari program imunisasi yang diperlukan di Indonesia. Vaksin ini diberikan pada bayi sebelum usia dua bulan sebagai langkah pencegahan terhadap tuberkulosis.
6. Ikuti Anjuran Pengobatan dari Dokter
Vaksin BCG menjadi bagian dari program imunisasi yang diperlukan di Indonesia. Vaksin ini diberikan pada bayi sebelum usia dua bulan sebagai langkah pencegahan terhadap tuberkulosis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....