Menkes "Wanti-wanti" Anak Muda Tanggap Soal Pandemi Covid-19
- 18 Okt 2022 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti anak muda bahwa pandemi mungkin terjadi lagi di masa depan. Hal itu disampaikan pada saat live di Instagram bersama Juru Bicara G20 Maudy Ayunda, Senin (17/10/2022).
“Pandemi ini terjadi siklusnya itu mungkin tahunan bahkan puluhan tahun. Jadi apa yang dilakukan generasi saat ini dalam menangani pandemi bisa menjadi banchmark (penolakukur) bagi masa depan," katanya dalam keterangan seperti dikutip RRI dari Website Sehat Negeriku, Selasa (18/10/2022).
Pandemi covid-19 adalah bencana alam yang menyebabkan kematian banyak orang. Itu sebabnya, lanjut Menkes, pemerintah mewanti-wanti anak muda untuk memahami betul penanganan pandemi.
“Ini kewajiban kita untuk memastikan generasi muda harus terlibat dalam penanganan pandemi covid-19. Dan mereka bisa memahami apa yang sedang diupayakan oleh pemerintah dalam pencegahan terjadi pandemi berikutnya,” ucap Menkes.
Menurutnya, presidensi G20 memuat banyak upaya penanganan pandemi covid-19. Tentunya yang bisa dijadikan pelajaran bagi anak muda.
Ia mengatakan, terdapat lima target yang ingin dicapai dalam presidensi G20. Pertama, membentuk dana pandemi agar jika terjadi kembali selanjutnya negara sudah punya dana yang cukup.
"Kedua, membentuk mekanisme formal dalam penggunaan dana pandemi. Tujuannya supaya dana pandemi bisa digunakan dengan adil," kata dia.
"Terutama untuk mengakses vaksin obat-obatan. Juga alat diagnostikn terutama untuk negara berkembang," ujarnya, menambahkan.
Ketiga, kata dia, membangun jejaring genome sequence di dunia. Genome sequence adalah metode pelacakan genetik suatu organisme (bakteri, virus, hingga manusia) dengan cepat.
"Pasalnya virus, bakreri, parasit penyebab pandemi bisa muncul dimana saja. Jadi mesti dibangun sistem surveilans yang sama rata di seluruh dunia," ujar dia.
Keempat, lanjutnya, diperlukan standar protokol kesehatan secara global. Contohnya pada saat ini terjadi semua negara lockdown, kemudian semua perekonomian turun.
"Seharusnya ada beberapa sektor yang tetap bisa beroperasional. Misalnya seperti pendistribusian logistik kesehatan," ucapnya.
Terakhir, sambung dia, memastikan produksi vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan terdistribusi merata. Terutama bagi semua negara khususnya negara berkembang.
“Lima agenda tersebut jadi komponen dalam arsitektur kesehatan global. Tanggung jawab kita lebih besar untuk mempersiapkan generasi-generasi kita," ucapnya.
“Kuncinya adalah anak muda harus tahu betul, harus mengerti betul bahwa pandemi ini akan mungkin terjadi lagi di masa depan. Jadi bagaimana caranya supaya mereka mengetahui segalanya bisa mulai dari sekarang,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....