Sensori Anak Dapat Distimulasi Dengan Bermain
- 12 Jan 2024 14:38 WIB
- Madiun
KBRN, Magetan: Tumbuh kembang yang optimal pada anak tidak
lepas dari lengkapnya stimulasi sensori yang diberikan sejak dini. Dikutip dari
Healthline, stimulasi sensori adalah masukan dan sensasi yang diterima ketika
satu atau lebih indra diaktifkan.
Melalui sensori-sensori ini otak anak berkembang dan saling terhubung. Ketika ada salah satu sensori yang tidak terstimulasi dengan baik, maka akan berpengaruh pada kemampuan belajar, rutinitas harian, serta perilaku anak.
Pemilik usaha pengasuhan anak (kids daycare) Happy Kids, Farinda, mengatakan stimulasi sensori dapat diberikan dengan aktivitas bermain. Pemberian stimulasi dapat dilakukan secara menyeluruh maupun sesuai kebutuhan.
Farinda menambahkan anak memiliki 7 sensori dasar dalam tubuhnya, antara lain sensori perabaan, pendengaran, penciuman, penglihatan, pengecapan, proprioseptif (gerak antarsendi), dan vestibular (keseimbangan).
“Misalnya untuk usia mulai 5 bulan itu kita bisa stimulasi sensori geraknya (propiosetif) seperti merangkak, bisa kita ajak bermain gym ball. Atau sensori peraba (taktil) kita bisa bermain pasir, memang alat-alat lain,” kata Farinda.
Farinda menegaskan, secara umum, aktifitas bermain dapat membuat anak gembira membantu proses tumbuh kembang anak. Eksplorasi melalui indera merupakan cara anak untuk mempelajari dan memahami dunia. Namun tidak menutup kemungkinan, ada anak dengan kebutuhan stimulasi yang berbeda dengan anak lainnya.
“Biasanya 2 hingga 3 kali ikut kelas, anak sudah punya perkembangan. Apalagi kalau di daycare, anak-anak kan punya teman, ini juga bisa mengasah kemampuan anak. Tapi juga tergantung tingkat kebutuhan masing-masing anak juga,” lanjutnya.
Permainan stimulasi sensori pada umumnya akan melibatkan kemampuan koordinasi motorik halus anak dan kasar. Anak akan distimulasi untuk mengembangkan kognisi, kefokusan, kekuatan fisik serta kemampuan bersosialisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....