Cerebral Palsy Bukan Hanya Soal Kesulitan Bergerak, Apa Saja Dampaknya?

  • 06 Okt 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tanggal 6 Oktober diperingati sebagai World Cerebral Palsy Day atau Hari Cerebral Palsy Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini.
  • Cerebral palsy adalah kondisi yang memengaruhi gerak, keseimbangan, dan postur tubuh akibat gangguan perkembangan atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang.
  • Peringatan World Cerebral Palsy Day menjadi momentum penting untuk mendukung kualitas hidup dan kesejahteraan penyandang cerebral palsy.

RRI.CO.ID, Jakarta — Tanggal 6 Oktober diperingati sebagai World Cerebral Palsy Day atau Hari Cerebral Palsy Sedunia. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenal cerebral palsy dan mendukung kehidupan penyandangnya.

Cerebral palsy atau CP merupakan kondisi yang memengaruhi gerak, keseimbangan, dan postur tubuh. Melansir Center for Disease Control (CDC), kondisi ini terjadi akibat gangguan perkembangan atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang.

Cerebral palsy biasanya muncul sejak masa bayi atau anak-anak dan dapat berlangsung sepanjang hidup. Kondisi ini tidak semakin parah seiring waktu, tetapi gejalanya dapat berubah sepanjang hidup seseorang.

Kesulitan bergerak menjadi salah satu ciri utama cerebral palsy. Namun, dampaknya dapat berbeda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga berat.

Beberapa penyandangnya cenderung mengalami otot yang kaku atau gerakan yang sulit dikendalikan. Sebagian lainnya dapat mengalami masalah keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Dampak cerebral palsy juga dapat berkaitan dengan kemampuan berbicara dan berkomunikasi. Kesulitan tersebut dapat terjadi karena seseorang mengalami gangguan dalam mengendalikan otot tubuh.

Selain komunikasi, sebagian penyandang cerebral palsy dapat mengalami kesulitan menelan atau makan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan makanan dan nutrisinya.

Celebral palsy juga dapat disertai gangguan penglihatan atau pendengaran. Masih melansir CDC, sebagian penyandang cerebral palsy dapat mengalami kejang atau epilepsi.

Pada sebagian orang, cerebral palsy juga dapat berkaitan dengan gangguan kemampuan berpikir atau perkembangan. Namun, kondisi tersebut tidak dialami oleh semua penderitanya.

Dampak cerebral palsy dapat terasa dalam berbagai kegiatan sehari-hari, seperti berjalan, menulis, makan, atau berkomunikasi. Karena itu, kebutuhan setiap penyandang cerebral palsy tidak selalu sama.

Penanganan cerebral palsy biasanya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap orang. Bentuknya dapat mencakup terapi fisik, terapi okupasi, terapi bicara, obat, dan penggunaan alat bantu.

WHO menjelaskan bahwa rehabilitasi dapat membantu penyandang cerebral palsy meningkatkan kemampuan dan kemandirian. Rehabilitasi juga dapat mendukung keterlibatan seseorang dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Dukungan bagi penyandang cerebral palsy tidak hanya berkaitan dengan perawatan atau terapi medis. Menurut WHO, lingkungan yang mudah diakses juga dapat membantu penyandang disabilitas berpartisipasi dalam masyarakat.

World Cerebral Palsy Day menjadi kesempatan untuk memahami bahwa pengalaman setiap penyandang cerebral palsy berbeda. Gerakan World Cerebral Palsy Day juga mendorong masyarakat melihat kemampuan dan kebutuhan individu, bukan sekadar keterbatasannya. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....