Ini Dia Jenis-Jenis Celebral Palsy yang Perlu Diketahui

  • 06 Okt 2026 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Kesadaran Cerebral Palsy dirayakan setiap 6 Oktober untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap gangguan gerak ini.
  • Cerebral palsy adalah kelompok gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan gerakan dan mempertahankan postur tubuh.
  • Dampak cerebral palsy berbeda pada setiap penyandang tergantung bagian otak yang terdampak dan tingkat gangguan geraknya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Kesadaran Cerebral Palsy menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kondisi gangguan gerak tersebut. Peringatan ini berlangsung setiap 6 Oktober untuk mengenalkan cerebral palsy dan dampaknya terhadap kehidupan penyandangnya.

Cerebral palsy merupakan kelompok gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan gerakan dan mempertahankan postur tubuh. Dampaknya berbeda pada setiap orang, tergantung bagian otak yang terdampak dan tingkat gangguan geraknya.

“Terdapat lima jenis utama cerebral palsy berdasarkan karakteristik gangguan gerak. Kelima jenis tersebut adalah spastik, athetoid atau diskinetik, ataksik, hipotoni, dan campuran,” dikutip dari laman Celebral Palsy Guide pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Cerebral palsy memiliki beberapa jenis dengan karakteristik gangguan gerak yang berbeda. Berikut jenis-jenis cerebral palsy yang perlu diketahui:

  1. Spastik

    Spastik merupakan jenis cerebral palsy yang paling umum dan ditandai peningkatan tonus otot. Kondisi ini menyebabkan otot kaku, gerakan sulit dikendalikan, serta kesulitan merangkak atau berjalan.

  2. Athetoid atau Diskinetik
    Jenis ini ditandai gerakan tubuh yang tidak terkendali dan sulit dikontrol secara sadar. Gerakan tersebut dapat memengaruhi wajah, tubuh, lengan, hingga kaki.
  3. Ataksik
    Ataksik memengaruhi keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan mengendalikan gerakan tubuh. Gerakan dapat terlihat tidak stabil serta disertai tremor atau kesulitan berbicara.
  4. Hipotoni
    Hipotoni ditandai rendahnya tonus otot sehingga otot terasa lemas dan kurang kuat. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan serta keterlambatan merangkak, berdiri, atau berjalan.
  5. Campuran
    Cerebral palsy campuran menunjukkan gejala dari dua atau lebih jenis cerebral palsy. Salah satu kombinasi yang umum adalah jenis spastik dan diskinetik.

Selain berdasarkan karakteristik gerakan, cerebral palsy juga dapat diklasifikasikan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami gangguan. Klasifikasinya meliputi monoplegia, diplegia, hemiplegia, triplegia, quadriplegia, dan double hemiplegia.

Monoplegia memengaruhi satu anggota tubuh, sedangkan diplegia umumnya memengaruhi kedua kaki. Hemiplegia memengaruhi satu sisi tubuh, sementara triplegia melibatkan tiga anggota tubuh.

Quadriplegia memengaruhi keempat anggota tubuh dan dapat turut memengaruhi otot tubuh bagian tengah. Sementara itu, double hemiplegia memengaruhi keempat anggota tubuh dengan salah satu sisi terdampak lebih berat. (Nikita Yunistia Maryam)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....