Kenali Gejala Meningitis yang sering Dianggap Penyakit Biasa

  • 05 Okt 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Meningitis sering terlambat dikenali karena gejalanya menyerupai penyakit umum seperti demam dan sakit kepala biasa.
  • Meningitis merupakan peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit.
  • Gejala utama meningitis yang perlu diwaspadai adalah demam, sakit kepala, dan kaku leher (rigidity nuchae).

RRI.CO.ID, Jakarta - Meningitis dapat menunjukkan gejala yang menyerupai penyakit umum sehingga sering terlambat untuk dikenali. Demam, sakit kepala, dan kaku leher menjadi beberapa tanda gejala umum yang perlu mendapat perhatian.

Meningitis merupakan peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), berbagai organisme dapat menyebabkan meningitis, termasuk bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Gejala meningitis dapat berbeda berdasarkan penyebab, perkembangan penyakit, dan kondisi tubuh penderita. Penderita dapat mengalami mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, dan perubahan kondisi mental.

Sakit kepala menjadi salah satu gejala meningitis yang perlu diperhatikan ketika muncul bersama demam. Penderita meningitis juga dapat mengalami kebingungan atau perubahan kondisi mental selama penyakit berkembang.

Sementara itu, gejala meningitis pada bayi dapat berbeda dibandingkan orang dewasa dan anak yang lebih besar. Bayi dapat terlihat tidak aktif, rewel, sulit dibangunkan, atau mengalami kesulitan makan.

Bayi juga dapat mengalami muntah dan tangisan lemah yang berlangsung terus-menerus. Dikutip dari laman resmi CDC.gov, ubun-ubun bayi juga dapat terlihat menonjol.

Beberapa gejala meningitis dapat muncul seperti keluhan flu pada tahap awal penyakit. Namun, gejala penyakit meningokokus ini dapat berkembang cepat setelah awalnya menyerupai kondisi seperti flu.

Masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gejala yang mengarah pada meningitis. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

Meningitis juga dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada sebagian penyintas, terutama meningitis bakteri. Dampaknya dapat berupa gangguan pendengaran, kejang, kelemahan anggota tubuh, serta gangguan penglihatan.

Pencegahan meningitis dapat dilakukan melalui vaksinasi terhadap beberapa penyebab bakteri. Vaksin memberikan perlindungan terbaik terhadap meningitis akibat meningokokus, pneumokokus, dan Hib (Haemophilus influenzae tipe b). (Davina Keisha Salsabila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....