Tak Hanya UV, Paparan Panas juga Perlu Diwaspadai untuk Kesehatan Kulit
- 04 Okt 2026 10:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Paparan sinar UV bukan satu-satunya faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan kulit. Paparan panas dalam waktu lama juga dapat memicu stres pada kulit.
- Paparan panas berpotensi memicu inflamasi, menurunkan hidrasi, mengganggu skin barrier, dan mengurangi elastisitas kulit.
- Pendekatan skin longevity tidak hanya berfokus pada tampilan kulit, tetapi juga pada kemampuan kulit untuk bertahan dan pulih dari paparan sehari-hari.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perlindungan kulit selama ini identik dengan upaya menangkal paparan sinar ultraviolet (UV). Padahal, aktivitas sehari-hari di tengah cuaca panas maupun paparan temperatur tinggi juga dapat menjadi tantangan bagi kesehatan dan ketahanan kulit.
Paparan panas dalam waktu lama dapat memicu berbagai reaksi biologis pada kulit. Mulai dari inflamasi, menurunnya hidrasi, terganggunya skin barrier, hingga berkurangnya elastisitas kulit.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam talkshow bertajuk "Can Sunscreen Do More Than Protect?" dengan tema "Exploring the New Science of Skin Recovery, Resilience & Longevity", yang digelar sebagai bagian dari kegiatan Wardah Skin Longevity Clinic di ASHTA District 8, Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Talkshow tersebut menghadirkan dr. Ayman Alatas, Sp.M.K, dokter spesialis mikrobiologi klinik dan content creator; Vina Yolanda, Deputy Brand Head Wardah Sunscreen; serta Yuki Kato sebagai Face of Wardah Sunscreen.
Dr. Ayman menjelaskan, kulit merupakan ekosistem yang terus berinteraksi dengan lingkungan. Karena itu, perlindungan kulit perlu mempertimbangkan berbagai bentuk paparan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
"Heat damage dapat terjadi ketika kulit terpapar temperatur tinggi dalam waktu lama. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di luar ruangan, tetapi juga dapat muncul ketika seseorang memasak atau melakukan olahraga di ruang dengan suhu tinggi," kata dr. Ayman.
Di tengah meningkatnya paparan UV dan kondisi panas, penggunaan perlindungan kulit secara konsisten dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kulit.
Perlindungan Kulit Tidak Hanya dari UV
Pembahasan mengenai heat damage turut mendorong berkembangnya pendekatan baru dalam penggunaan sunscreen. Perlindungan dari UV tetap menjadi fungsi utama, tetapi kebutuhan kulit sehari-hari juga semakin kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, Wardah memperkenalkan Wardah PDRN Sunscreen Barrier Longevity Physical Sun Ampoule SPF 50+ PA++++. Produk tersebut dikembangkan dengan tiga fokus, yakni UV Shield, Heat Defense, serta Barrier Longevity & Repair.
Pada aspek UV Shield, sunscreen tersebut menggunakan perlindungan physical sunscreen dengan SPF 50+ PA++++ terhadap UVA dan UVB. Sementara untuk Heat Defense, produk dilengkapi teknologi UV Thermal Relief™ yang dirancang untuk membantu memberikan perlindungan dan membantu menenangkan kulit akibat paparan panas.
"Wardah Vegan PDRN Physical Sunscreen hadir untuk memberikan perlindungan kulit terhadap paparan UV (UV-damaged) dan panas (heat-damaged). Sekaligus, mendukung skin resilience, yaitu kemampuan kulit untuk bertahan dan pulih dari dampak paparan sehari-hari," ujar Vina Yolanda.
Menjaga Ketahanan Kulit
Selain perlindungan UV dan panas, formula tersebut juga menggunakan Vegan PDRN yang dikembangkan untuk mendukung perawatan kulit. Termasuk, membantu mendukung regenerasi dan elastisitas kulit.
Formula tersebut turut dilengkapi Madeca-B12, provitamin D, dan carnosine. Kandungan tersebut diarahkan untuk melengkapi perawatan kulit, mulai dari membantu menenangkan kulit hingga mendukung pertahanan alami dan perlindungan antioksidan.
Menurut Vina, pengembangan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menjaga kondisi kulit setelah menjalani berbagai aktivitas.
"Kami ingin menjawab satu kebutuhan yang sangat dekat dengan konsumen: setelah begitu banyak perhatian diberikan untuk merawat kulit, bagaimana kita menjaga hasilnya ketika kembali menjalani aktivitas?" ucapnya.
Pendekatan tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep skin resilience, yakni kemampuan kulit untuk bertahan dan pulih dari dampak paparan sehari-hari. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari pendekatan skin longevity, yang tidak hanya melihat kondisi kulit dari tampilan luarnya, tetapi juga bagaimana kesehatan dan fungsi kulit dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Konsistensi Menjadi Kunci
Yuki Kato turut membagikan pengalamannya dalam membangun kebiasaan menggunakan sunscreen. Ia mengaku sebelumnya menganggap sunscreen hanya diperlukan ketika beraktivitas di luar rumah. "Dulu, jujur aku pikir sunscreen itu cuma dipakai kalau kita keluar rumah," kata Yuki.
Setelah mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perlindungan kulit, ia mulai menjadikan sunscreen sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
"Jadi, sekarang, beraktivitas apa pun, sunscreen Wardah Vegan PDRN Physical Sun Ampoule tidak boleh terlupa. Buatku, konsisten menggunakan sunscreen merupakan sebuah skinvestment," katanya.
Dalam talkshow tersebut, Skincare Expert Influencer, Skinoppa, juga melakukan sesi UV Camera Test untuk memperlihatkan penggunaan physical sunscreen. Produk diklaim memiliki tekstur ringan, cepat meresap, tidak lengket, tidak berminyak, serta tidak meninggalkan white cast.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa perlindungan kulit kini tidak hanya berkaitan dengan bagaimana kulit terlindungi dari sinar UV. Namun, juga bagaimana kulit menghadapi berbagai paparan lingkungan dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan demikian, penggunaan sunscreen secara konsisten dapat menjadi salah satu bagian dari rutinitas perawatan untuk membantu menjaga ketahanan kulit dan mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....