Kasus ISPA Naik di Jawa Barat, Dinas Kesehatan Pastikan Kondisi Masih Terkendali
- 02 Okt 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dinkes Jawa Barat mencatat sekitar 6.700 kasus ISPA se-Jawa Barat hingga minggu ke-36
- Jumlah tersebut masih berada di bawah batas maksimal sekitar 8.000 kasus sehingga kondisinya dinilai masih terkendali
- Peningkatan ISPA terjadi di Depok, Bekasi, Bogor, dan Bandung, sementara kasus DBD tidak mengalami peningkatan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Raden Vini Adiani Dewi menyebut terdapat sekitar 6.700 kasus ISPA se-Jawa Barat. Jumlah tersebut tercatat pada minggu ke-36 setelah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir.
Vini mengatakan jumlah tersebut masih berada di bawah batas maksimal kasus ISPA se-Jawa Barat sekitar 8.000 kasus. Menurutnya, peningkatan kasus ISPA masih terkendali karena jumlah kasus belum melewati batas maksimal tersebut.
“Memang dalam kasus ISPA di 3 bulan belakangan memang ada kenaikan sebetulnya, yang batas maksimalnya itu ada di 8.000 kasus se-Jawa Barat. Tapi di minggu kemarin ke-36 itu ada sekitar 6.700, jadi meningkat-meningkat tapi tidak di dalam batas maksimal,” ujarnya kepada RRI PRO3 di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Peningkatan kasus ISPA terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Depok, Bekasi, Bogor, dan Bandung. Vini mengatakan peningkatan tersebut mulai terjadi bersamaan dengan munculnya kasus abu vulkanik sebelumnya.
Vini menjelaskan influenza tipe A tidak dipantau secara khusus karena masyarakat kini jarang melakukan pemeriksaan melalui swab. Dinas Kesehatan Jawa Barat memantau kondisi tersebut melalui pelaporan infeksi saluran pernapasan akut.
“Kalau dulu Covid kan pengen diswab, gitu ya, nah, kalau sekarang memang dalam hal ini ada yang sakit tapi tidak semuanya dilakukan swab. Jadi memang kami pantau lewat infeksi saluran pernapasan akutnya,” ucapnya.
Menurut Vini, influenza tipe A merupakan bagian dari infeksi saluran pernapasan akut yang menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, pemantauan dilakukan melalui perkembangan kasus ISPA yang dilaporkan dari wilayah Jawa Barat.
Vini juga menyebut hingga minggu ke-36 hanya kasus ISPA yang mengalami peningkatan di Jawa Barat. Sementara itu, menurutnya, kasus demam berdarah dengue tidak mengalami peningkatan pada periode tersebut.
“Sampai minggu ke-36 ini, sepertinya hanya ISPA yang meningkat, DBD nggak, alhamdulillah. Terus kasus-kasus yang lainnya sih tidak, tidak ada dalam peningkatan, hanya ISPA saja nih yang minggu ke-36 ini agak naik memang,” kata Vini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....