Hadirkan Skin Longevity Clinic, Wardah Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat

  • 01 Okt 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wardah menghadirkan Skin Longevity Clinic di Spac8, Ashta, Jakarta, pada 29 September–6 Oktober 2026, dengan mengintegrasikan teknologi AI, dermatologi, dan edukasi gaya hidup sehat.
  • Konsep Move, Eat, Rest mengajak masyarakat memahami peran aktivitas fisik, nutrisi, tidur, dan pengelolaan stres dalam menjaga kesehatan kulit jangka panjang.
  • Teknologi Wardah Personalized AI Skin Longevity Analyzer membantu memetakan kondisi kulit dan enam aspek gaya hidup melalui Advanced Skin ID Blueprint dan Skin Longevity Score.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjaga kesehatan kulit kini tidak lagi sekadar mengandalkan penggunaan produk perawatan wajah. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur hingga pengelolaan stres juga menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Memahami perubahan kebutuhan tersebut, Wardah menghadirkan Wardah Skin Longevity Clinic. Yakni, sebuah pengalaman edukasi dan konsultasi kesehatan kulit yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan artifisial (AI), ilmu dermatologi, dan gaya hidup sehat.

Mengusung konsep The First Wardah Skin Longevity Clinic by ParagonCorp in Southeast Asia, kegiatan ini berlangsung di Spac8, Ashta, Jakarta, pada 29 September hingga 6 Oktober 2026. Melalui program tersebut, Wardah mengajak masyarakat memahami bahwa kesehatan kulit tidak hanya dipengaruhi faktor dari dalam tubuh, tetapi juga kebiasaan sehari-hari dan kondisi lingkungan.

Deputy CEO ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, mengatakan, kulit merupakan bagian dari tubuh yang turut mengalami berbagai pengaruh dari aktivitas dan rutinitas manusia setiap hari.

"Setiap hari, kita menjalani banyak hal. Kita bergerak, bekerja, bertemu banyak orang dan makan di tengah kesibukan. Tanpa banyak kita sadari, kulit ikut menjalani semuanya bersama kita," ujarnya pada pembukaan Wardah Skin Longevity Clinic.

Menurut Sari, perawatan kulit perlu dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan diri dalam jangka panjang. Tidak hanya mengatasi masalah ketika muncul, tetapi juga menjaga kulit tetap sehat, melindungi fungsinya, dan mempertahankan kualitasnya seiring bertambahnya usia.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui konsep skin exposome science, yang menghubungkan faktor gaya hidup dan lingkungan dengan kesehatan kulit. Wardah memperkenalkan tiga pilar utama, yakni Move, Eat, Rest, yang mencakup aktivitas fisik, pemenuhan nutrisi, serta istirahat dan pemulihan tubuh.

Pada pilar Move, pengunjung diajak memahami pentingnya aktivitas fisik teratur bagi kesehatan tubuh, termasuk sirkulasi dan metabolisme. Sementara pilar Eat membahas hubungan pola makan, kesehatan pencernaan, dan kondisi kulit melalui konsep gut-skin axis.

Adapun pilar Rest menitikberatkan pada kualitas tidur dan pemulihan tubuh. Serta, pengelolaan stres yang berkaitan dengan kesehatan kulit melalui konsep circadian rhythm dan brain-skin axis.

Skin Longevity Expert sekaligus Founder Dryd Clinic dan Medical Lead Soulbox Recharge, dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM, menjelaskan, konsep skin longevity berkaitan erat dengan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang. Ia membedakan lifespan, yakni panjang usia seseorang, dengan healthspan, yaitu periode kehidupan ketika seseorang tetap sehat, aktif, dan produktif.

"Lifespan adalah umur yang panjang. Sementara healthspan, yang menjadi bagian dari konsep longevity, adalah hidup panjang yang tetap berkualitas: tetap fit, aktif, dan berdaya tanpa harus bolak-balik berobat," katanya, seraya menambahkan bahwa perawatan kulit dan penerapan gaya hidup sehat merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam menjaga kesehatan kulit.

Teknologi AI untuk Perawatan Kulit Personal

Salah satu fasilitas yang dihadirkan dalam Wardah Skin Longevity Clinic adalah Wardah Personalized AI Skin Longevity Analyzer. Teknologi ini membantu memetakan kondisi kulit dan mengidentifikasi sejumlah faktor gaya hidup yang berpotensi berkaitan dengan kesehatan kulit.

Hasil analisis tersebut dirangkum dalam Advanced Skin ID Blueprint, yang menghubungkan kondisi kulit dengan enam aspek gaya hidup, meliputi kualitas tidur dan pemulihan, nutrisi, stres dan sistem saraf, aktivitas fisik, kesehatan pencernaan, serta faktor lingkungan seperti paparan sinar ultraviolet, panas, dan polusi. Dari hasil tersebut, pengunjung memperoleh Skin Longevity Score yang dapat dibahas bersama tenaga ahli untuk memahami kondisi kulit dan menentukan prioritas perawatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Group Head Marketing Professional & Consumer Experience ParagonCorp, Novia Sukmawaty, mengatakan, penyelenggaraan Wardah Skin Longevity Clinic merupakan bagian dari upaya menghadirkan edukasi kesehatan kulit yang lebih personal dan menyeluruh.

"Tahun ini menjadi tahun ketiga kami menghadirkan pengalaman ini, setelah sebelumnya hadir di Senayan dan Kota Kasablanka. Melalui Wardah Skin Longevity Clinic, kami ingin menghadirkan ruang yang aman bagi konsumen untuk mendapatkan pengetahuan baru, berdiskusi, dan berkonsultasi langsung dengan para pakar dari berbagai bidang," ujarnya.

Novia menjelaskan, klinik tersebut dirancang sebagai perjalanan edukasi dan konsultasi, bukan sekadar pameran atau tempat mencoba produk kecantikan. "Personalisasi bukan soal memberi lebih banyak data, tetapi membantu konsumen bergerak dari sekadar informasi menuju langkah berikutnya yang lebih jelas untuk dirinya," katanya.

Pentingnya Pencegahan dan Perawatan Rutin

Dari perspektif dermatologi, Ketua Bidang 3 PERDOSKI Cabang Jakarta, dr. Conny Melly Rosdiana, Sp.D.V.E, FINSDV, menegaskan bahwa kesehatan kulit tidak semata-mata berkaitan dengan penampilan, tetapi juga fungsi vital kulit sebagai organ tubuh. Ia menyebut kulit memiliki beragam fungsi, mulai dari melindungi tubuh, mengatur suhu, mendukung sistem kekebalan, hingga melakukan regenerasi dan merespons perubahan lingkungan.

"Kulit merupakan organ terluas di tubuh kita dan memiliki banyak fungsi vital. Mulai dari proteksi, pengaturan suhu tubuh, pertahanan sistem imun, regenerasi, hingga merespons lingkungan di sekitarnya," ujarnya.

Conny menekankan pentingnya langkah pencegahan, perlindungan, dan perawatan rutin sejak dini untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. "Untuk kesehatan kulit jangka panjang, kita perlu melakukan pencegahan, perlindungan, dan perawatan rutin sejak dini. Prevention, protection, dan maintenance inilah fondasi dari skin longevity," ujarnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit yang lebih terarah. Beauty content creator, Tasya Farasya, mengungkapkan dirinya kini lebih memperhatikan kebutuhan kulit dan tidak sekadar mengikuti tren kecantikan.

"Aku nggak mau ikut-ikutan tren atau FOMO, aku pilih skincare yang memang kulitku butuhkan, salah satunya dari Wardah, karena ingredients-nya jelas dan bisa dipakai rutin setiap hari. Tapi skincare saja nggak cukup. Pola tidur dan olahraga juga ikut menentukan kesehatan kulitku dalam jangka panjang," ucapnya.

Edukasi dan Aktivitas Gaya Hidup Sehat

Selain konsultasi dan analisis kulit, Wardah Skin Longevity Clinic menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan pengalaman gaya hidup sehat bagi pengunjung. Sejumlah kegiatan yang tersedia antara lain Complete Skin Longevity Protocol, Skin Longevity Check berbasis AI, asesmen gaya hidup, kelas edukasi bersama para ahli, serta sesi konsultasi multidisiplin.

Pengunjung juga dapat mengikuti Longevity Pilates with a View di area rooftop ASHTA bersama Alder/Anytime Fitness, dan mencoba pengalaman perawatan kulit yang dipersonalisasi. Serta, menikmati fasilitas Rest Zone Experience bersama Skinoura dan NeuroVizr.

Selain itu, tersedia pula Wardah AI Sunscreen Finder Experience untuk membantu pengunjung mengenali produk tabir surya sesuai kebutuhan kulit. Serta, Hydration Bar Tropicana Slim dari Nutrifood yang menyajikan Collagen Drink Series.

Ke depan, Wardah juga menyatakan komitmennya untuk mengembangkan riset melalui Wardah Precision Longevity Research™. Yaitu, sebuah platform penelitian terintegrasi yang mencakup riset genetik kulit, tingkat seluler, kecerdasan buatan, serta pengaruh gaya hidup dan lingkungan terhadap kesehatan kulit.

Melalui pendekatan tersebut, Wardah ingin mendorong pemahaman bahwa menjaga kesehatan kulit merupakan perjalanan jangka panjang. Sekaligus, membutuhkan konsistensi, perlindungan, serta penyesuaian terhadap kebutuhan individu.

Wardah Skin Longevity Clinic terbuka untuk umum hingga 6 Oktober 2026 di Spac8, Ashta, Jakarta. Klinik ini menghadirkan perpaduan edukasi, konsultasi ahli, teknologi analisis kulit, dan aktivitas gaya hidup sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....